Acuhkan Data Ekonomi AS, Rupiah Rebound di Akhir Pasar

www.bloomberg.com

mampu berbalik pada penutupan Rabu (29/11) ini ketika indeks AS bergerak flat meski terbaru Paman Sam dilaporkan cukup baik. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menutup dengan penguatan sebesar 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.500 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah berakhir terdepresiasi tipis 2 poin atau 0,01% di posisi Rp13.510 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (28/11) kemarin. Tren negatif mata uang NKRI berlanjut pagi tadi dengan kembali melemah 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.512 per dolar saat membuka pasar. Sepanjang transaksi hari ini, spot bergulir di kisaran Rp13.488 hingga Rp13.519 per dolar AS.

Dari pasar global, pergerakan indeks dolar AS pada hari ini cenderung flat meski masih dalam tren penguatan, disokong data ekonomi Paman Sam yang cukup positif. Mata uang greenback terpantau hanya menguat tipis 0,003 poin ke level 93,273 pada pagi tadi, setelah kemarin data kepercayaan AS melonjak ke posisi tertinggi dalam 17 tahun terakhir di bulan November 2017 didukung oleh pasar tenaga kerja yang kuat.

Meski demikian, gerak indeks dolar AS tampaknya sedikit ‘terganggu’ dengan kabar yang menyebutkan bahwa Korea Utara kembali meluncurkan sebuah rudal balistik antar-benua yang mendarat di wilayah . Negara dengan ibukota Pyongyang tersebut terakhir kali meluncurkan rudal balistik pada bulan September kemarin, dan hingga saat ini belum diketahui dengan jelas jenis rudal apa yang baru saja diluncurkan Korea Utara.

“Dolar AS menarik tawaran luas pada data kepercayaan konsumen yang kuat, kenaikan imbal hasil obligasi, serta kelegaan bahwa RUU pajak disahkan oleh Komite Anggaran Senat,” jelas analis senior di Barclays, Shin Kadota, seperti dikutip Reuters. “Sementara, dampak peluncuran rudal oleh Korea Utara ditanggapi biasa oleh pasar, meski investor masih memerhatikan bagaimana respon AS.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.515 per dolar AS, menguat 12 poin atau 0,09% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.527 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak mixed versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,12% dialami renminbi China, sedangkan pelemahan terdalam sebesar 0,11% menghampiri ringgit Malaysia.

Loading...