Abaikan Rebound Dolar, Rupiah Berakhir Melambung 0,20%

Meski indeks AS mampu rebound imbas pelemahan euro, namun rupiah tetap mampu menjaga tren penguatan sepanjang Selasa (25/4) ini. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, Garuda mengakhiri hari ini dengan penguatan sebesar 26 poin atau 0,20% ke level Rp13.284 per AS.

Rupiah membuka dengan kenaikan tipis 2 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.308 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda 23 poin atau 0,18% ke level Rp13.286 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.33 WIB, spot makin nyaman di zona hijau setelah meroket 30 poin atau 0,23% ke posisi Rp13.280 per dolar AS.

Sebenarnya, pergerakan indeks dolar AS pada sesi dagang hari ini mampu rebound memanfaatkan momentum ketika kinerja mata uang euro mengambil jeda usai mencatatkan reli pada sesi perdagangan sebelumnya. Pada pukul 12.34 WIB, mata uang Paman Sam berbalik tipis 0,021 poin atau 0,02% ke level 99,113 setelah dibuka turun 0,022 poin ke 99,070 poin.

“Penguatan tajam euro pada perdagangan sebelumnya sebagian dipicu oleh stop-loss buying di posisi 1,09 dolar AS,” papar analis forex untuk UBS Wealth Management, Tan Teck Leng. “Namun, setelah reli tersebut, berlanjutnya kecemasan seputar risiko dari kemungkinan kemenangan tak terduga oleh Le Pen dalam Pemilu Perancis sehingga dapat membatasi penguatan euro.”

Namun, aksi indeks dolar AS yang rebound belum cukup mampu menahan rupiah untuk bergerak menguat. Penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang berlangsung relatif aman, serta dalam negeri yang positif, seperti deflasi pada bulan Maret 2017 dan neraca perdagangan Maret 2017 yang mencatatkan surplus, menjadi katalis bagi mata uang Garuda.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.296 per dolar AS, naik 24 poin atau 0,18% dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.320 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, pergerakan mata uang ASEAN terhadap greenback bervariasi, dengan penguatan tertinggi diraih ringgit Malaysia sebesar 0,44%, sedangkan pelemahan terdalam dialami baht Thailand dan dolar Singapura sebesar 0,06%.

Loading...