Abaikan Pidato Yellen, Rupiah Ditutup Menguat 13 Poin

Pernyataan The Fed, Janet Yellen, tentang proyeksi kenaikan AS ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap pergerakan . Menurut Index pukul 15.55 WIB, mata uang Garuda mampu mengakhiri perdagangan hari ini (15/2) dengan penguatan sebesar 13 poin atau 0,10% ke level Rp13.317 per dolar AS, usai bergerak di rentang Rp13.303 hingga Rp13.337 per dolar AS.

Seperti diketahui, pada Selasa (14/2) sore waktu setempat, Yellen mengemukakan bahwa kenaikan suku bunga dinilai sebagai kebijakan yang tepat jika pertumbuhan AS seperti yang diharapkan. Dikatakannya pula, bahwa laju inflasi dan tenaga kerja masuk dalam pertimbangan dalam menentukan jadwal kenaikan Fed Funds Rate (FFR).

“Pada pertemuan mendatang, kami mengevaluasi data tenaga kerja dan inflasi, apakah sesuai dengan harapan, untuk penyesuaian lebih lanjut,” ujar Yellen di depan Komite Perbankan Senat AS. “Menunggu terlalu lama tidak bijaksana, tetapi menaikkan suku bunga cepat bisa menimbulkan risiko karena mengganggu pasar .”

Meski demikian, Yellen tidak memberikan indikasi dari waktu kenaikan berikutnya. Tetapi, para investor sudah menaikkan proyeksi mereka tentang laju kenaikan suku bunga pada bulan Maret mendatang, dari semula 30 persen menjadi 34 persen. “Dia meletakkan dasar untuk tiga kenaikan suku bunga tahun ini,” kata Kepala Strategi Investasi di Brown Brothers Harriman, Scott Clemons.

Sontak, pidato Yellen ini mengangkat kurs indeks dolar AS ke level tertinggi dalam tiga minggu pada Rabu pagi (WIB). Sebelumnya, the greenback sempat tergelincir pada perdagangan overnight usai penasihat nasional pemerintahan , Michael Flynn, mengundurkan diri karena kontroversi hubungannya dengan Rusia.

Meski demikian, pergerakan mata uang Garuda tampaknya tidak terpengaruh pernyataan Yellen, dengan terus melaju sejak awal hingga akhir dagang. Sentimen dari dalam negeri, salah satunya keberhasilan lelang surat utang negara (SUN) yang sukses meraup Rp18,43 triliun, dinilai sebagai katalis bagi mata uang domestik.

Loading...