95% Dana Tax Amnesty Berada di Perbankan, ‘Terbang’ dari Singapura Cuma USD 8,3 Miliar

Tax amnesty vs SingaporeTax amnesty vs Singapore

Total dana yang mampu “dipulangkan” ke Indonesia dalam program tax amnesty periode pertama yang berakhir September lalu mencapai Rp137 triliun. Dari jumlah tersebut, 95 persen di antaranya mengendap di perbankan, sedangkan sisanya berada di instrumen Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT).

“95 persen dana repatriasi tax amnesty saat ini memang masih disimpan di perbankan,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Modal Otoritas Jasa Keuangan (), Nurhaida. “Sementara, sisanya, sekitar Rp100 miliar, berada di instrumen investasi Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT).”

Ditambahkan Nurhaida, hal tersebut bisa dimaklumi karena perbankan memang menjadi salah satu pintu masuk atau gateaway dana tax amnesty dari dalam maupun luar negeri. Namun, dalam satu atau dua bulan ke depan, konstelasi dana repatriasi akan berbeda. “Sebab, dana-dana tersebut akan mengalir mencari instrumen lain yang lebih menguntungkan,” sambungnya.

“Saat ini, pemilik dana pasti sedang menghitung plus dan minus setiap instrumen yang disediakan,” tambah Nurhaida. “Selain perbankan, surat berharga seperti obligasi, instrumen investasi di pasar modal, termasuk tawaran di sektor riil, juga bisa menjadi pilihan.”

Di sisi lain, menurut riset Sekuritas RHB, program amnesti pada periode pertama ternyata tidak memberikan dampak yang signifikan bagi perbankan . Pasalnya, dana repatriasi yang “terbang” dari cuma sebesar 8,3 miliar AS, atau hanya 1-2 persen dari dana kelolaan bank-bank di Singapura.

“Situasi di periode pertama mengisyaratkan bahwa aset repatriasi cenderung tidak akan mengambil porsi besar dana dari perbankan Singapura,” terang RHB, Leng Seng Choon. “Namun, ke depan, kami percaya akan ada lebih banyak dana repatriasi dari Singapura ke Indonesia.”

Menurut Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, masih banyaknya yang enggan melalukan repatriasi dikarenakan banyak hal, salah satunya menghindari terbatasnya ruang gerak harta mereka jika direpatriasi. Sebab, ada aturan yang menyebutkan dana repatriasi harus berada di dalam negeri minimal tiga tahun.

“Ada juga pengusaha yang sudah telanjur memiliki harta di luar negeri dalam bentuk aset tetap seperti , sehingga sangat sulit dipindahkan dalam waktu singkat,” katanya. “Namun, ada juga pengusaha yang memilih menyimpan hartanya di luar negeri karena sudah telanjur diputarkan dalam investasi yang lebih menguntungkan.”

Loading...