6.000 Orang Kenya Bakal Dapat Uang Gratis Untuk Kebutuhan Sehari-Hari

Lembaga nirlaba, GiveDirectly, berencana mengaplikasikan universal basic income (UBI) kepada sekitar 6.000 orang di Kenya. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat efek UBI untuk jangka panjang, apakah mampu untuk memenuhi -kebutuhan dasar seperti makanan, perumahan, , atau tidak.

“Kami telah menghabiskan banyak waktu untuk memberikan bantuan tunai kepada golongan kaum yang sangat miskin melalui GiveDirectly, tetapi tidak pernah terstruktur seperti ini, berjangka panjang, universal, dan cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar,” kata Ketua GiveDirectly, Michael Faye, dan Direktur Paul Niehaus. “Kami berpikir sekarang adalah waktu untuk mencoba.”

Jika semua berjalan sesuai rencana, GiveDirectly akan memberikan 6.000 orang di sebuah desa di Kenya dengan UBI untuk 10-15 tahun ke depan. Jumlah pastinya tergantung pada berapa banyak uang yang akan mereka dapatkan. Kenya dipilih karena sebagian besar warganya hidup dengan kurang dari 1 dolar AS per hari.

GiveDirectly sendiri berharap mendapatkan dana sekitar 30 juta dolar AS untuk keperluan ini. Untuk saat ini, GiveDirectly meminta sumbangan dari potongan gaji. Ekonom lain telah menyarankan pendanaan UBI melalui . Sementara yang lain, mengatakan bahwa potensi pendapatan dari celah untaxed untuk orang kaya akan lebih dari cukup untuk menutupi biaya.

Sebelumnya, UBI pernah diujicobakan di -negara seperti Jerman, Finlandia, Namibia, dan Kanada. Hasilnya, UBI mematahkan asumsi yang berkembang selama ini, bahwa uang tidak mengubah manusia menjadi pemalas. Meski beberapa dari mereka bekerja dengan jam lebih sedikit, namun mereka menginvestasikan lebih banyak waktu, uang, dan energi ke bidang yang lain, seperti dan kewirausahaan.

Loading...