Beranggotakan Para Pengusaha, Berapa Besar Biaya Perpanjangan Anggota Kadin?

biaya, perpanjangan, kadin, anggota, tarif, uang, pangkal, jakarta, pasuruan, golongan, pengusaha, nasional, organisasi, wadah, komunikasi, jasa, perdagangan, industri, surabaya, rusia, pasar, bantuan, fasilitasKantor layanan KADIN Indonesia (sumber: akurat.co)

Beranggotakan Para , Berapa Besar Perpanjangan Kadin?Kamar Dagang dan Industri atau disingkat KADIN adalah suatu badan atau organisasi yang anggotanya terdiri atas para pengusaha atau gabungan usaha nasional dari berbagai sektor, baik itu badan usaha milik swasta, koperasi maupun badan usaha milik pemerintah.

Dalam melakukan kegiatannya, Kadin tidak mencari keuntungan. Kadin sendiri berfungsi sebagai wadah komunikasi dan konsultasi antar pengusaha Indonesia dan antara pengusaha Indonesia dengan pemerintah, mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah , perindustrian, dan .

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia beranggotakan Kadin-Kadin Daerah seluruh Indonesia. Kadin Daerah dapat beranggotakan organisasi ekonomi/perdagangan dan asosiasi industri.

Untuk menjadi anggota Kadin, ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi, seperti mengisi Surat Permohonan Pendaftaran Anggota Biasa Kadin, pendaftaran anggota Kadin, bukti pembayaran dari bank, fotokopi KTP Direktur, foto berwarna 3×4 sebanyak 2 lembar, sertifikat badan usaha, akta pendirian, dan lainnya.

Lalu, untuk prosedur daftar ulang anggota Kadin, juga harus memenuhi berbagai persyaratan. Selain persyaratan, ada pula biaya yang harus dibayarkan. Biaya atau cenderung variatif, tergantung golongan.

Tarif keanggotaan biasa (anggota baru) terdiri dari uang pangkal dan uang iuran. Besar uang pangkal mulai dari Rp 300 ribuan untuk wilayah Jakarta. Di Pasuruan, uang pangkal mulai dari Rp 10 ribuan. Sedangkan, untuk perpanjangan anggota Kadin, besar nominalnya bisa langsung Anda tanyakan kepada pihak Kadin terdekat.

Sementara itu, pengusaha Jawa Timur yang tergabung dalam Kamar Dagang dan industri (Kadin) Jawa Timur berkomitmen untuk meningkatkan kinerja perdagangan dengan Rusia. Komitmen tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Kadin Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti saat menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI di Moskow, M Wahid Supriyadi, di Graha Kadin Jatim, Surabaya.

La Nyalla mengatakan bahwa sudah saatnya pengusaha melirik pasar non tradisional untuk meningkatkan kinerja ekspor Jatim. Terlebih, Rusia termasuk pasar yang cukup potensial, tetapi selama ini belum tergarap maksimal.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak M. Wahid Supriyadi atas kunjungannya ke Kadin Jatim dan kami menyambut baik upaya-upaya duta besar untuk membantu mengembangkan dan meningkatkan hubungan dagang dan investasi antara Jawa Timur dengan Rusia,” ujar La Nyalla.

Apalagi sejak tahun 2014, neraca perdagangan Jatim dengan Rusia selalu defisit setiap tahunnya. Defisit terbesar tahun 2017 yaitu sebesar US$ 311,61 juta. “Kami memahami pentingnya upaya-upaya Bapak Duta Besar untuk mengajak pengusaha Jatim lebih aktif melakukan penetrasi perdagangan dan kerja sama industri serta investasi dengan pengusaha Rusia melalui event promosi Festival Indonesia ke 3 pada bulan Agustus 2018 yang lalu,” tambah La Nyalla.

Kemudian untuk merealisasikannya, pengusaha Jawa Timur memerlukan bantuan dan fasilitasi duta besar untuk lebih memahami pasar Rusia dan informasi peluang-peluang kerja sama dengan pengusaha Rusia.

Loading...