Yen Terus Melemah, Tertekan Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

TOKYO – Pertumbuhan AS yang cukup menggembirakan membuat spekulasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini semakin kuat. Hal tersebut pun berimbas pada kekhawatiran pasar terhadap tukar yen yang terus melemah sehingga membuat investor menjual Jepang itu untuk membeli emerging-market dan .

Yen terpantau melemah sekitar 105,46 per AS pada akhir pekan (28/10) kemarin, sekaligus menjadi level terendah sejak 29 Juli. Penurunan nilai tukar yen ini salah satunya dipicu pertumbuhan bruto (PDB) AS kuartal ketiga yang tumbuh 2,9%, lebih tinggi dari perkiraan pasar. Hal ini sekaligus memicu spekulasi bahwa bakal menaikkan suku bunga mereka pada Desember mendatang.

Mata uang Jepang sendiri pernah mencapai level penguatan di angka 99 per dolar AS menyusul keputusan Inggris yang keluar dari Uni Eropa (Brexit). Namun, yen kemudian melemah sejak awal Oktober imbas perekonomian AS yang membaik. Sektor manufaktur dan non-manufaktur AS yang dirilis awa bulan ini serta penjualan ritel pada pertengahan Oktober menunjukkan adanya perbaikan.

Para investor pun telah mulai menjual yen untuk membeli saham emerging-market dan obligasi. Sekitar 20 miliar dolar AS mengalir ke aset tersebut sejak Juni, demikian laporan J.P. Morgan Asset Management.

“Mata uang Jepang bakal melemah sekitar 107 per dolar AS pada akhir 2016,” kata Osamu Takashima dari Citigroup Global Markets Japan. “Jika terjadi semacam koreksi setelah itu, ekonomi AS yang solid akan mendukung apresiasi lanjutan terhadap dolar.”

Namun, hal sebaliknya diutarakan Yuji Kameoka dari Daiwa Securities. Ia berpendapat bahwa headwinds untuk ekspor yang lebih kuat bakal memperlambat pertumbuhan ekonomi AS. “Ini bisa menjadi peluang bagi yen untuk menguat,” ujarnya.

Loading...