Yen Kembali Menguat, Rupiah Rentan Lanjutkan Pelemahan

Pergerakan mata uang Garuda pada (6/4) diprediksi masih akan berkutat di teritori negatif. Menguatnya yen yang membuat pelaku pasar lebih mentransaksikan mata uang Jepang tersebut membuat laju cenderung loyo dan rentan melanjutkan pelemahan.

Menurut laporan Index, meski hari ini rupiah dibuka menguat 27 poin atau 0,2% ke level Rp13.195 per , namun mata uang Garuda langsung berbalik terdepresiasi tipis 7 poin atau 0,05% ke Rp13.228 per AS pada pukul 08.17 WIB. Sementara, yen diperdagangkan di level 110,32 per AS atau menguat tipis 0,02% pada pukul 09.25 waktu Tokyo.

“Laju rupiah yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir rentan dimanfaatkan dan diiringi aksi lepas barang,” papar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, . “Jadi, pelaku pasar tetap harus mencermati sentimen yang ada.

Ditambahkan Reza, rupiah juga tidak mengalami kenaikan lanjutan setelah terlibas pergerakan positif mata uang yen. “Pergerakan anomali ini terjadi setelah pelaku pasar lebih merespon positif kenaikan yen yang masih terjadi, sehingga lebih memilih mentransaksikan mata uang Jepang tersebut dibandingkan mata uang lainnya,” sambungnya.

Pergerakan rupiah semakin sulit seiring minyak dunia yang kembali ke tren penurunan. “Rupiah hari ini akan bergerak di level support Rp13.224 per dolar AS dan resisten Rp13.199 per dolar AS,” tebak Reza.

Loading...