Yen dan Won Melemah, Rupiah ikut Terseret

Rupiah Turun Dolar NaikRupiah “disusutkan” sebanyak 24 basis poin di posisi Rp Rp 12.504 per Dolarnya pada sesi pembukaan di tingkat antar Bank lokal di Jakarta (30/1). Rupiah turun dari posisi semula di Rp 12.480 per Dolar Amerika pada sesi perdagangan kemarin. “Pagi ini, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika dikarenakan sejumlah Asia gagal terapresiasi di perdagangan ,” kata Reza Priyambada, Kepala Riset Woori Korindo Securities .

Di pihak lain, Won Korea juga melemah oleh adanya keputusan Pemerintah Korea Selatan untuk menurunkan suku bunga. Sementara Yen melemah akibat laju perlambatan dari penjualan milik Pemerintah Jepang. Untuk para pelaku pasar, hal ini cukup menjadi alasan untuk membeli Dolar Amerika dengan mengorbankan rupiah “Para pelaku pasar menggunakan momentum ini (sentimen negatif Korea dan Jepang) untuk memasuki pasar Dolar , sehingga berakibat menekan mata uang domestik juga,” ujar Reza mengomentari.

Ditemui secara terpisah, Rangga Cipta, Pakar Ekonomi Samuel Sekuritas turut menambahkan bahwa faktor konfrontasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri telah menyebabkan sejumlah investor khawatir tentang dampak pada pembangunan ekonomi Indonesia tahun ini. Rangga juga mengatakan bahwa pelaku pasar sedang mengantisipasi pengumuman dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait makroekonomi negara, seperti tingkat inflasi dan neraca perdagangan. Jika yang keluar sebaik yang diharapkan pasar, maka Rupiah otomatis juga akan menguat setelahnya.

 

Loading...