Wajib Dimiliki Pengusaha, Ini Persyaratan Surat Izin Tempat Usaha

Persyaratan, surat, izin, tempat, usaha, ijin, situ, pelaku, pengusaha, adalah, pengertian, perda, gangguan,Ilustrasi: dokumen izin usaha UKM (madiuntoday.id)

Untuk mendirikan toko atau usaha lainnya, pelaku usaha harus memiliki surat tempat usaha guna menghindari gangguan. Dengan adanya surat usaha yang legal, maka pelaku usaha mempunyai dasar hukum berdasarkan peraturan yang berlaku.

Dalam pengertiannya, surat izin tempat usaha (SITU) adalah izin yang diberikan kepada perorangan, perusahaan, atau badan untuk memperoleh tempat usaha sesuai dengan tata ruang wilayah yang diperlukan dalam rangka penanaman modal. Dasar hukum surat izin tempat usaha diatur dalam peraturan daerah berupa Perda yang ada di setiap pemerintah daerah. Pada Perda tersebut diatur mengenai bagaimana proses memperoleh SITU dan juga sejumlah informasi terkait lainnya.

Namun sayang, saat ini banyak pengusaha nakal yang nekat membuka usaha tanpa didahului mengurus izinnya. Forum Pemantau Independen (Forpi) Jogja menilai ada unsur pembiaran dilakukan pemerintah setempat. Sehingga banyak tempat usaha tak berizin yang beroperasi. “Satpol PP seharusnya bertindak sesuai . Mulai melayangkan surat peringatan (SP) satu, hingga penutupan,” ujar Rita Lismiati, anggota Forpi Jogja, dilansir dari Radar Jogja.

Pada dasarnya SITU sangat mudah. Hanya perlu melengkapi dan , maka surat ijin sudah bisa didapatkan. Bagi pengusaha baru, wajib untuk melakukan SITU baru, namun bagi yang sudah pernah memiliki SITU, maka wajib untuk melakukan perpanjangan ketika masa berlaku SITU habis.

Secara umum, ada beberapa persyaratan untuk mengurus SITU, di antaranya surat permohonan yang bermaterai Rp6.000 lengkap dengan stempel dan cap perusahaan. Fotokopi KTP dari Pemohon (umumnya adalah para pemilik, direktur atau penanggung jawab) atau Surat Izin Sementara khusus untuk asing. Surat kuasa dan fotokopi KTP dari penerima kuasa apabila pengurusan SITU dikuasakan kepada orang lain Fotokopi Izin Mendirikan Gedung (IMBG) yang masih berlaku sesuai dengan kegiatan usaha.

Kemudian, fotokopi Bukti Penguasaan Hak atas tanah, di antaranya adalah , perjanjian sewa menyewa, perjanjian pinjam pakai maupun perjanjian dalam bentuk lainnya.Fotokopi akta pendirian perusahaan atau akta perubahannya dan juga akta pengesahannya. Fotokopi Surat Pemberitahuan Terutang (SPPT) dan Surat Tanda Terima Setoran (STTS) PBB tahun terakhir. Serta persetujuan dari warga, lingkungan, tetangga dalam radium 200 m dari lokasi tempat Anda mendirikan usaha yang diketahui oleh RT, RW, Kepala Desa dan Lurah dan surat keterangan domisili usaha.

Surat Izin Tempat Usaha pada umumnya berlaku selama 3 tahun, apabila masa berlakunya telah habis maka harus dilakukan perpanjangan. Beberapa perpanjangan SITU adalah surat permohonan perpanjangan yang ditandatangani oleh pemohon yang berada di atas meterai, fotokopi SITU yang lama, fotokopi izin mendirikan bangunan, fotokopi SPPT dan STTS PBB tahun terakhir, fotokopi Akte Pendirian Perusahaan (khusus bagi perseroan terbatas dan harus melampirkan pengesahan pendirian perusahaan dari Menteri Hukum dan HAM), serta surat Keterangan Domisili Usaha yang diperoleh dari Kecamatan.

Baik SITU baru maupun SITU perpanjangan, umumnya akan diterbitkan paling lama dalam jangka waktu 14 hari kerja sejak semua persyaratan telah dinyatakan lengkap.

Loading...