Voting UU Kesehatan AS Ditunda, Rupiah Leluasa Bergerak di Zona Hijau

Jakarta – Berdasarkan dari Index, nilai tukar dibuka menguat 23 poin atau 0,17 persen ke level Rp 13.319 per AS pada awal perdagangan pagi hari ini, Kamis (29/6). Pada perdagangan sebelumnya, ditutup menguat pada posisi Rp 13.300 per .

Indeks dolar AS anjlok ke level terendah sejak Oktober 2016. Ini sekaligus mencatat pelemahan the Greenback selama 3 sesi berturut-turut. Pada perdagangan Kamis (29/6) pukul 07.29 WIB, indeks dolar AS dilaporkan melemah 0,007 poin atau 0,01 persen menjadi 96,003. Bahkan pada pagi hari waktu setempat dolar AS sempat anjlok ke 95,996.

Monex Investindo Futures mengungkapkan bahwa dolar AS terus melemah sejak Rabu (28/6) kemarin usai pembahasan perubahan Undang-Undang alias Obamacare ditunda. Pimpinan Partai Republik di Senat AS, Mitch McConnell memutuskan menunda pengambilan suara lantaran adanya pertentangan pada internal partai. Di sisi lain kubu oposisi Partai Demokrat begitu menentang perubahan UU tersebut.

Sementara itu Presiden , Donald Trump sudah memanggil anggota senat dari Partai Republik supaya anggota yang menentang UU tersebut segera mengubah pandangannya. “Para pelaku saat ini mencemaskan bahwa pemerintahan Trump akan sulit untuk meloloskan kebijakan pengurangan pajak dan stimulus fiskal, tanpa meloloskan lebih dahulu UU kesehatan,” ujar analis Monex Investindo Futures, seperti dilaporkan Bisnis.

Penolakan dari pihak legislatif pun semakin memperbesar keraguan para pelaku pasar terhadap kebijakan-kebijakan yang diunggulkan Trump sejak kampanye beberapa waktu lalu. Padahal rancangan kebijakan tersebut sebelumnya telah berhasil mendorong penguatan dolar AS setelah pengumuman kemenangan Trump bulan November 2016 lalu.

Dari dalam negeri meski sedang minim sentimen karena masyarakat tengah libur Lebaran 2017, faktor berhasil membuat komoditas seperti rupiah kini diperdagangkan menguat terhadap dolar AS.

Loading...