Volume Produksi Meningkat, Harga Minyak Kelapa Sawit Malaysia Anjlok 20%

Minyak Kelapa Sawit Malaysia Anjlok - asia.nikkei.com

Tokyo – Ekspektasi kenaikan kelapa sawit telah membuat komoditas ini jatuh ke level terendah dalam 8 bulan. Karena kondisi yang menguntungkan di -negara utama diperkirakan terus berlangsung, tren penurunan harga minyak kelapa sawit diprediksi akan berlanjut. Harga minyak kelapa sawit Malaysia turun menjadi 2.490 ringgit ($ 566) atau sekitar Rp 7,5 juta per ton pada hari Kamis (20/4) lalu, atau turun sekitar 20% dari level tertinggi akhir tahun 2016 lalu.

Minyak kelapa sawit yang biasa digunakan sebagai bahan baku -produk seperti margarin dan deterjen sebagian besar diproduksi di negara-negara tropis , terutama di Indonesia dan Malaysia. Berdasarkan data dari Malaysian Palm Oil Board, produksi minyak kelapa sawit di Malaysia melonjak 20% dari tahun lalu menjadi 1,46 juta ton pada bulan Maret. Berkat kondisi cuaca yang mendukung, Malaysia berhasil mengalami kenaikan volume produksi mencapai 24% selama 3 bulan pertama di 2017.

Tahun lalu negara-negara produsen minyak kelapa sawit di Asia Tenggara menderita kekeringan akibat siklus cuaca El Nino. Akibatnya, volume produksi buah kelapa sawit turun 6% dari 2015 dan mengakibatkan harga minyak kelapa sawit mencapai 3.200 ringgit per ton pada Desember 2016.

Para memperkirakan kenaikan produksi akan berlanjut dan menjaga harga tetap terkendali. “Kurva berjangka minyak kelapa sawit mengalami penurunan yang tajam dalam beberapa bulan mendatang karena investor memperkirakan adanya penurunan harga lebih lanjut. Investor ragu pada prospek beberapa pertanian tropis,” kata dari Capital Economics, Caroline Bain.

Harga minyak kelapa sawit turut terbebani oleh perselisihan negara-negara produsen kelapa sawit Asia Tenggara dengan pasar minyak sawit terbesar kedua, Uni Eropa. Awal bulan ini, anggota parlemen Eropa meminta diperkenalkannya skema untuk impor minyak sawit ke UE dan penghentian penggunaan minyak nabati pada tahun 2020 karena menganggap perkebunan kelapa sawit menyebabkan kerusakan lingkungan.

Sementara itu sejumlah analis memprediksi akan adanya kenaikan permintaan. “Kami memperkirakan tekanan pada harga minyak kelapa sawit baru-baru ini akan berbalik, mengingat kemungkinan El Nino kembali pada paruh kedua tahun 2017,” kata Analis Bahana Securities, Andrew Franklin Hotama dan Gregorius Gary.

Perkiraan kenaikan konsumsi minyak sawit menjelang bulan suci Ramadan juga dapat berpotensi meredakan penurunan harga. Bahama Securities memperkirakan harga minyak sawit mentah akan meningkat tahun ini sebesar 9% menjadi $ 700 per ton dibanding tahun lalu atau naik sebesar 15% dari harga spot $ 608,6 per ton pada Kamis lalu.

Share this post

PinIt
Loading...
scroll to top