Volkswagen Masih Kesulitan Rangkul Pasar ASEAN

VW-volkswagen

Di mana pun memasarkan mobil, Volkswagen Group biasanya mencari minimal 15 persen pangsa pasar. Namun di lingkup Tenggara, pabrikan asal Jerman itu bisa dikatakan gagal bersaing dengan Jepang, terutama untuk mobil dengan segmentasi pasar rendah dan menengah.

Menurut data dari Jessada Thongpak, Bangkok dan HIS Automotive, dari 3,07 juta kendaraan yang terjual di ASEAN pada tahun lalu, merek Jepang berhasil menyumbang 85 persen, sisanya disumbang mobil dari , Korea Selatan, dan merek lokal, seperti Proton dari . Sebaliknya, lima dari sepuluh mobil terlaris di pada tahun 2015 diproduksi oleh Volkswagen.

“VW sudah hadir di ASEAN sebelum krisis keuangan melanda Asia pada tahun 1997,” kata Direktur Pengembangan di SWS Motors, Uli Kaiser. “Namun, mereka hampir tidak bisa mengatasi dominasi merek asal Jepang dan sekarang mereka berdiri di sana dengan tangan kosong.”

Menurut orang yang juga bertindak sebagai CEO AutoBooks itu, VW telah membuat kesalahan yang sangat besar dengan menyeret kaki mereka di ASEAN. “Sejak pergantian milenium, VW memang telah membahas studi kelayakan. Namun, krisis yang melanda Asia Tenggara seperti wabah SARS tahun 2003, tsunami tahun 2004, dan krisis keuangan global tahun 2008, membuat VW takut. Sementara, merek Jepang tetap melaju ke depan,” tambahnya.

Senada, Presiden Dunne Automotive, Michael J. Dunne, mengatakan bahwa VW tahu pentingnya pasar ASEAN. “Tetapi, mereka tidak bisa menyamai level Jepang, dengan volume produksi yang tinggi dan rantai pasokan yang kuat. Jadi, dengan menjual di ASEAN, VW telah kehilangan uang selama bertahun-tahun,” ungkapnya.

Sebuah hal yang dilematis bagi VW karena mereka sebenarnya sudah memiliki pabrik di Jakarta dan Pekan, Malaysia, tempat model Passat, Jetta, Polo, Touran, dan Golf dirakit. Perusahaan juga memiliki pabrik di Cikampek, Indonesia, yang merakit kendaraan Audi A4 dan A6.

Meski begitu, tidak terlalu terlambat bagi VW untuk membuat terobosan di ASEAN mengingat potensi pertumbuhan dan kehadiran perusahaan manufaktur di Malaysia dan Indonesia. “Hampir seluruh sektor otomotif sangat ingin tahu tentang apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan VW di pasar Asia Tenggara,” kata Presiden Thai European Business Association, Joerg Laatsch.

Untuk sementara, VW mungkin bisa fokus memasarkan produk mobilnya di pasar China. Pasalnya, terlepas dari perlambatan negara, penjualan mobil di Negeri Tirai Bambu tersebut tumbuh mencapai 12,7 juta unit pada periode Januari-Juli, menurut data China Association of Automobile Manufacturers.

Loading...