Untungkan Sebagian Negara, Perang Berdampak Negatif pada Ekonomi Global

Perang - nuansaberitablog.wordpress.comPerang - nuansaberitablog.wordpress.com

Perang, atau kompetisi seperti perang, tampaknya merangsang kreativitas dan kinerja yang tinggi dalam hal dan dengan demikian juga berimbas pada sektor suatu negara, terutama negara dengan basis militer yang besar dan juga pengekspor senjata. Tetapi, di sisi lain, dampak negatif kekerasan terhadap global ternyata juga cukup besar.

“Kami telah mengukur dampak ekonomi dari kekerasan terhadap ekonomi global,” ujar Talia Hagerty, Research Fellow di Australia-based Institute for Economics and Peace (IEP), baru-baru ini dalam sebuah wawancara dengan DW. “Apa yang kami temukan adalah bahwa pada tahun 2016 lalu, langsung dan tidak langsung dari kekerasan berjumlah sekitar 14,3 triliun AS (12,2 triliun euro) dalam paritas daya beli, termasuk efek pengganda.”

Talia melanjutkan bahwa ketika seorang tentara terluka dalam perang, ada biaya langsung seperti medis dan biaya tidak langsung seperti kehilangan gaji seumur hidup jika dia cacat. Ia juga mencontohkan, saat Anda membuat bom, dalam skenario terbaik, tidak akan pernah digunakan. Tetapi, dalam skenario terburuk, bom itu akan diledakkan dan menghancurkan nilai kehidupan manusia atau fisik, atau keduanya.

“Perang mungkin bisa menguntungkan secara ekonomi bagi negara-negara yang memiliki kekuatan militer besar dan mengekspor banyak senjata seperti AS, Rusia, Raya, atau Perancis,” sambung Talia. “Tetapi, itu bukan keseluruhan gambarannya. Ekonomi nasional yang dimaksud adalah sejahtera dalam konteks perdagangan global, dan dampak dari kekerasan terhadap ekonomi global jauh melebihi krisis pada tahun 2008.”

Jadi, jika kita ingin memiliki negara yang makmur di dunia global, tambah Talia, berarti kita harus mengukur ekonomi setiap negara dan melihat gambaran secara keseluruhan. Tidak bisa dipungkiri bahwa sejumlah kemajuan teknologi berasal dari tekanan militer. “Tetapi, kemajuan itu sebenarnya terjadi karena tingkat kedamaian positif yang tinggi,” imbuh Talia.

“Perdamaian yang positif adalah sikap, institusi, dan struktur yang mendukung masyarakat secara internal dan menciptakan lingkungan yang optimal bagi potensi manusia untuk berkembang,” tandas Talia. “Ada delapan utama yang menjadi indikasi, yaitu pemerintahan yang berfungsi baik, penyaluran sumber daya yang adil, akses gratis, hubungan baik dengan tetangga, kualitas SDM yang tinggi, penerimaan hak orang lain, tingkat korupsi yang rendah, dan lingkungan yang sehat.”

Loading...