Untuk Aplikasi Eksterior, Harga Kayu Balau Lebih Murah dari Kayu Ulin

Seiring dengan perkembangan waktu, bahan material kini tak melulu mengandalkan batu bata atau semen saja. Banyak yang sudah mulai menggunakan material kayu untuk rumahnya. Pasalnya, penggunaan material kayu untuk rumah dinilai memiliki banyak keuntungan, terutama bagi penghuninya.

“Kayu merupakan salah satu sumber daya alam terbaik. Karena itu, penggunaan kayu untuk material rumah menjadi salah satu langkah yang tepat,” jelas Chief Executive Organizer Tropideck, Ryan Wirasasmita. “Sifatnya yang mampu menyimpan karbon dan dapat didaur ulang menjadi salah satu kegunaan kayu.”

Ditambahkan Ryan, untuk di dalam ruangan atau , bahan kayu yang baik dan bisa digunakan adalah jenis hevea, walnut, acacia, mahogany, oak, teak, atau sungkai. “Sementara, untuk di luar ruangan, Anda bisa menggunakan kayu jenis teak, apitong, merbau, champor, ironwood, red meranti, red balau, atau yellow balau,” sambung Ryan.

Seperti dijelaskan Ryan, salah satu jenis kayu yang dapat dijadikan untuk aplikasi di luar ruangan adalah jenis balau. Kayu balau sendiri merupakan kayu asal Kalimantan yang juga biasa disebut dengan kayu bengkirai. Kayu balau memiliki serat kayu berbentuk panjang dan lurus. Dengan tampilan kuning kecokelatan, inti kayu balau memiliki yang lebih gelap dibandingkan dengan bagian yang dekat dengan permukaan.

Jika dibandingkan dengan kayu jati, kayu merbau, atau kayu ulin, kayu balau termasuk kayu yang paling getas. Karena itu, tidak jarang ditemukan retak rambut setelah kayu ini dikeringkan. Meski demikian, kayu balau merupakan kayu yang keras dan karenanya sangat cocok untuk dek atau aplikasi lainnya yang berada di luar ruangan.

Untuk harganya, kayu balau umumnya dengan yang lebih murah jika dibandingkan dengan kayu jati atau kayu ulin. Kayu balau jenis balok dijual mulai Rp7.000.000 hingga Rp8.500.000 per m3, sedangkan jenis papan ditawarkan mulai Rp8.000.000 hingga Rp9.500.000 per m3. Sementara, usuk balau dijual Rp6.500.000 hingga Rp7.500.000 per m3, dan kayu reng balau dipasarkan Rp900.000 hingga Rp4.200.000 per m3.

Loading...