Tutup Tahun, Rupiah Berhasil Menebus Kerugian di Kuartal Ke-3 2014

Rupiah Turun Dolar Naik telah menutup catatan di tahun 2014 dengan menebus kerugian di kuartal ke-3 tahun ini. Setidaknya hal ini membuat dapat menyelamatkan diri dari arus peningkatan ekonomi Amerika Serikat. Nilai tukar diketahui melemah, turun sebanyak 1,6% menjadi Rp 12.385 per Dolarnya sejak akhir bulan September 2014 lalu. Anjloknya ini melengkapi catatan panjang penurunan sebesar 2,7% pada kuartal ke-3 dan 4,2% pada kuartal ke-2 di tahun 2014. Posisi yang naik sebesar 0,5% pada hari ini (31/12), rupanya tidak banyak mencegah untuk mengulang sejarah kelamnya di tahun pada saat terjadinya krisis di Asia.

Penurunan secara signifikan membuat ekspor menjadi tidak sehat dan berkontribusi besar pada jalannya transaksi berjalan yang tersisa di kuartal terakhir tahun ini. Indeks Dolar Bloomberg mencatat setidaknya ada 10 Asia lainnya yang juga terkena efek kebijakan dari Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dan juga peningkatan ekonomi Amerika serikat.

Keputusan Pemerintah Indonesia untuk mengumumkan kembali baru bersubsidi pada hari ini setidaknya membuat Rupiah stabil dengan berkurangnya tekanan pada anggaran belanja negara. “Selain pelebaran defisit, Rupiah melemah karena adanya sentimen positif yang cenderung mengarah pada ┬ádikarenakan munculnya ekspektasi sebagai reaksi dari kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve,” kata David Sumual, Kepala Ekonom PT Bank Central Asia di Jakarta.

Loading...