Tutup Tahun 2017, Rupiah Menguat Super Tipis

mampu mempertahankan posisi di zona hijau sepanjang Jumat (29/12) ini sebelum menutup kalender tahun 2017. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI menutup transaksi akhir pekan ini dengan penguatan tipis hanya sebesar 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.555 per AS.

Sebelumnya, rupiah sudah berakhir rebound 4 poin atau 0,03% di posisi Rp13.557 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (28/12) kemarin. Tren positif mata uang Garuda berlanjut pagi tadi dengan dibuka 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.553 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot relatif bergerak nyaman di zona positif dari awal hingga akhir dagang.

Dari pasar , indeks dolar AS ‘berkubang’ mendekati level terendah dalam satu bulan terhadap sekeranjang mata uang pada hari Jumat, sementara mata uang seperti dolar Australia dan dolar Kanada berada di level tertinggi dua bulan berkat kenaikan harga komoditas energi dan . Mata uang Paman Sam tersebut terpantau tetap berada di level 92,602 pagi tadi, setelah sebelumnya melemah 0,4% ke posisi 92,573, terendah sejak 27 November.

“Penyeimbangan posisi oleh pelaku pasar mengindikasikan luasnya penjualan dolar AS menjelang akhir tahun,” ujar ahli strategi senior di Barclays di Tokyo, Shin Kadota, seperti dilansir Reuters. “Tren musiman di pasar mata uang telah menunjukkan bahwa cenderung melemah setelah Natal sampai melewati beberapa hari pertama tahun berikutnya, sebelum akhirnya dibeli kembali.”

Dolar AS sendiri relatif merosot sepanjang tahun 2017 meskipun ekonomi Paman Sam berkembang. Ketegangan yang berasal dari Semenanjung Korea, skandal Rusia dalam kampanye pemilihan Presiden AS, dan negara yang rendah adalah beberapa yang membelenggu greenback pada tahun ini dan diperkirakan akan terus membebani mata uang tersebut pada tahun depan.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.548 per dolar AS, mengalami kenaikan sebesar 12 poin atau 0,09% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.560 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan penguatan tertinggi dialami dolar Taiwan yang melonjak 0,26%.

Loading...