Tren Positif Berlanjut, Rupiah Dibuka Menguat 7 Poin

rupiah menguat

mampu melanjutkan tren positif yang sudah berlangsung sejak kemarin pada awal Selasa (22/8) ini. Seperti diwartakan Index, Garuda mengawali transaksi dengan menguat 7 poin atau 0,05% di level Rp13.344 per . Kemudian, pada pukul 08.30 WIB, spot kembali naik 11 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.340 per AS.

Sebelumnya, rupiah mampu ditutup menguat pada akhir perdagangan awal pekan (21/8) kemarin imbas adanya ketidakpastian politik yang terjadi di AS sehingga menekan pergerakan greenback. Pasalnya, beberapa orang terdekat Presiden AS, Donald Trump, yakni Kepala Strategis Gedung Putih, Steve Bannon, dipecat pada Jumat (18/8) lalu karena dianggap memengaruhi Trump dengan ideologi supremasi kulit putih.

berasumsi kemungkinan Trump akan sulit mengimplementasikan janji kampanye, dan hal ini membuat dolar AS jatuh dan rupiah menguat,” papar Ekonom Bank BCA, David Sumual. “Di samping itu, komoditas yang menguat juga turut membantu mata uang dengan commodity related seperti mata uang Garuda.”

Pada perdagangan hari ini, David memprediksi rupiah berpeluang menguat tipis di kisaran Rp13.310 sampai dengan Rp13.370 per dolar AS. Sentimen hari ini, menurut David, akan dipengaruhi adanya Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Pada rapat tersebut, para investor berspekulasi bahwa suku bunga acuan BI akan turun.

Meski demikian, pasar tetap harus mewaspadai sentimen dari luar, salah satunya mengenai harga minyak mentah dunia yang kembali anjlok. Pada penutupan perdagangan Senin (21/8) atau Selasa pagi WIB, harga minyak mentah melemah lebih dari 2%, sekaligus menjadi penurunan terbesar dalam sepekan terakhir.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September ditutup merosot 1,14 dolar AS menuju level 47,37 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara, harga minyak Brent untuk kontrak Oktober berakhir melemah 1,06 dolar AS ke 51,66 dolar AS per barel di ICE Futures Europe Exchange.

Loading...