Transaksi Kartu Kredit Merosot, Menkeu Tak Akan Revisi Aturan intip Data Nasabah Perbankan

– Pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 39/PMK.03/ yang mengharuskan bank dan keuangan penerbit untuk melaporkan data kartu kredit nasabahnya memberi dampak cukup besar pada kartu kredit tersebut.

“Kita verifikasi seperti apa. Banyak yang khawatir. Memang dampaknya ada,” ujar Santoso, Head of Consumer Card PT Bank Central Asia Tbk, saat ditemui di Jakarta, Selasa (17/5).

Diakui Santoso, sejak aturan tersebut diberlakukan, jumlah penutupan kartu kredit dalam kurun sebulan jumlahnya 2-3 kali lipat dibanding sebelumnya. Selain itu, tak sedikit pula yang mengajukan penurunan limit kartu kredit dan membatasi volume transaksi menggunakan kartu kredit.

“Terjadi penurunan (volume nilai transaksi) hampir 15%. Rata-rata nilai transaksi dari Rp 4,6 triliun menjadi sekitar Rp 4,1 triliun hingga Rp 4,2 triliun per bulan,” katanya.

Seakan menanggapi kabar kurang menguntungkan dari sisi perbankan, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menegaskan bahwa tidak akan merevisi peraturan tersebut. Hal ini disampaikannya di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa malam (17/5).

“Kenapa harus revisi? Nggak ada yang salah dengan aturan itu,” ujar Bambang.

Bambang menilai bahwa tidak ada pelanggaran undang-undang (UU) Perbankan. Menurutnya, UU tersebut hanya mengatur kerahasiaan data nasabah untuk produk simpanan, sedangkan kartu kredit bukanlah termasuk simpanan.

“Kita nggak melanggar aturan dan kita nggak melanggar undang-undang,” celetuknya.

Sebagaimana diketahui, Menkeu Bambang Brojonegoro menandatangani PMK No. 39/PMK.03/2016 pada 22 Maret 2016 lalu. Dalam aturan tersebut, 23 bank dan lembaga penerbit kartu kredit wajib melaporkan data transaksi nasabah kartu kredit. Data yang dilaporkan mencakup nama bank, nomor rekening kartu kredit, ID dan nama merchant, nama dan alamat pemilik kartu, NIK/nomor paspor, nomor pokok wajib pajak (NPWP), bulan tagihan, tanggal transaksi, rincian dan nilai transaksi, beserta pagu kredit.

Loading...