Kembali Terpeleset, Rupiah Melemah di Transaksi Awal Pekan

Rupiah melemah senin pagi - www.acehbisnis.com

JAKARTA – Rupiah harus kembali ke zona merah ketika memulai awal pekan (28/9) ini. Menurut laporan Bloomberg Index, Garuda dibuka tipis 2,5 poin atau 0,01% ke level Rp14.875 per AS. Sebelumnya, pada akhir pekan (25/9) kemarin, spot secara tidak terduga ditutup menguat 17,5 poin atau 0,12% di posisi Rp14.872,5 per AS.

“Ada sejumlah sentimen yang membuat rupiah dapat berjaya pada akhir minggu kemarin, antara lain yang mulai tenang  seiring harapan bahwa Kongres AS akan memecahkan kebuntuan selama berbulan-bulan tentang rencana paket stimulus COVID-19,” papar Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir Bisnis. “Sementara dari internal, penerapan PSBB yang hanya kembali diberlakukan di DKI Jakarta membuat tren mobilitas untuk ritel cenderung ke arah positif di daerah-daerah lain.”

Sementara itu, Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menuturkan bahwa rebound rupiah pada hari Jumat ditopang oleh kabar baik perkembangan vaksin buatan China. Vaksin Negeri Tirai Bambu dilaporkan sudah mendapatkan persetujuan dari WHO sehingga memberikan optimisme jumlah kasus di Indonesia juga bisa menurun.

Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim menuturkan bahwa rupiah kemungkinan bisa digencet dolar AS. Pasalnya, saat ini pelaku pasar tengah fokus terhadap rencana amandemen Undang-Undang Bank Indonesia (BI), yang menimbulkan sejumlah pertanyaan. “AS dan Eropa sama halnya dengan Indonesia, sedang berjuang melawan dampak pandemi. Namun, mereka tidak melakukan amandemen,” tutur Ibrahim.

Menurut analisis CNBC Indonesia, rupiah juga berpeluang untuk bergerak menurun pada perdagangan awal pekan ini. Pasalnya, tanda-tanda depresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di pasar spot, dan karena itu, di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Sekadar informasi, nilai tukar rupiah babak belur melawan di pasar spot sepanjang minggu lalu. Kurs mata uang Garuda melemah dalam 4 hari beruntun akibat dolar AS sedang perkasa. Melansir data Refinitiv, rupiah terkoreksi parah 1,05% terhadap dolar AS selama sepekan terakhir ke level Rp 14.845 per dolar AS, meski sempat stagnan pada akhir pekan.

Loading...