Toyota: Inovasi Teknologi Bakal ‘Saingi’ Pandangan Picik Donald Trump

TOKYO – Kebijakan proteksionisme dan anti- yang didengungkan AS terpilih, , membuat sebagian besar pelaku usaha khawatir tentang pertumbuhan dan bisnis global. Namun, dan kelahiran industri baru diyakini bisa mengimbangi hal tersebut.

Seorang ekskutif di Toyota Motor telah menyatakan keprihatinan tentang masa depan ekonomi dunia setelah Donald Trump terpilih sebagai Presiden AS yang baru. “Ada banyak masalah yang mengganggu, seperti pandangan anti-globalisasi dan postur American First,” katanya.

Ditambahkannya, kapitalisme telah terkikis oleh kecenderungan menempatkan prioritas utama pada mengamankan keuntungan. Selain itu, fokus yang berlebihan pada hasil jangka pendek telah menjadi faktor di balik Brexit dan meningkatnya populisme di AS. “Karena itu, kami akan mengambil kebijakan yang mengarah ke masa depan,” sambungnya.

Sebagai bukti, ia menunjuk ke kemajuan teknologi terbaru, ketika ada peningkatan dramatis dalam kemampuan pemrosesan komputer, berbagai bisnis baru, termasuk self-driving yang dipandu oleh kecerdasan buatan. Bahkan, penggunaan canggih ini diproyeksikan tumbuh dalam lima hingga 20 tahu ke depan.

“Akan ada kesibukan inovasi teknologi dan kelahiran industri baru yang akan membuat penemuan-penemuan di abad 20 menjadi usang,” tambah eksekutif tersebut. “Perusahaan-perusahaan asal , termasuk mobil, paling dekat ke titik itu.”

Toyota sendiri, sejak tahun 2014 lalu telah melakukan pendekatan yang disebut “tree-ring management” yang berfokus pada perspektif jangka panjang. Perusahaan menganggarkan 8,9 miliar dolar AS atau 1 triliun per tahun untuk penelitian dan pengembangan AI () atau kecerdasan buatan dan teknologi serupa, yang diharapkan berkembang pada tahun 2020 hingga 2030.

Untuk proyek tersebut juga, pabrikan asal Jepang ini juga mengeluarkan saham tipe baru yang disebut saham kelas AA Model. Saham ini memberikan jaminan pokok dan menawarkan dividen tertinggi berdasarkan kondisi tertentu, seperti tidak menjual saham selama lima tahun. Penerbitan saham ini dimaksudkan Toyota untuk mengumpulkan dana demi kegiatan penelitian dan pengembangan yang disebut disruptive technologies.

Di AS, Managing Partner Global McKinsey & Co, Dominic Barton, menulis sebuah makalah berjudul “Focusing Capital on the Long Term” di tahun yang sama ketika Toyota meluncurkan pendekatan “tree-ring management”-nya. Barton telah memberitahu dewan perusahaan, direksi, dan investor institusional untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang semakin terjadi dalam revolusi informasi.

Loading...