Tiga Tahun Mendatang, Tokopedia Berencana Go Public ke AS

Tokopedia Berencana Go Public - www.tokopedia.comTokopedia Berencana Go Public - www.tokopedia.com

SINGAPURA – Salah satu populer , Tokopedia, dikabarkan akan go public dalam tiga tahun ke depan, dengan dua listing di AS dan satu dalam negeri, demikian menurut perusahaan, seperti dilansir Nikkei Asian Review. Jika IPO itu berhasil, dapat memberikan dana pada SoftBank selaku , setelah sebelumnya saham mereka turun menjelang akhir 2019 kemarin.

Berbicara di sela-sela Nikkei Forum Innovative , Presiden Tokopedia, Patrick Cao, mengatakan bahwa mereka pasti (mendaftar saham) di Indonesia, dan bahwa tempat kedua ‘kemungkinan besar’ adalah AS. Menurutnya, ini memiliki kedalaman dalam hal likuiditas, keahlian , serta penelitian. “Beberapa bursa saham lain juga telah berbicara dengan kami, tetapi di permukaannya, saya pikir keduanya adalah yang paling cocok,” ujar Cao.

“Sebagai perusahaan yang sudah populer di Indonesia, pencatatan ganda di pusat keuangan kawasan, Singapura, mungkin tidak masuk akal,” sambung Cao. “Jika ingin mencari profil investor , ditambah keahlian teknologi dan kedalaman dalam hal modal, maka AS (adalah pasar terbaik). Mempertimbangkan nama-nama seperti Alibaba dan Amazon, mereka semuanya terdaftar di AS.”

Sebuah daftar ganda mungkin masuk akal untuk startup Indonesia yang sukses, karena bursa saham dalam negeri jauh lebih kecil dan kurang likuid daripada rekan-rekan . Startup unicorn Indonesia, Gojek dan Traveloka, keduanya pun mempertimbangkan daftar ganda ketika mereka akhirnya membagikan saham mereka, tetapi belum menjelaskan preferensi mereka untuk listing di luar Indonesia.

Kerangka waktu tiga tahun Tokopedia untuk IPO dapat dimengerti, mengingat persepsi pasar saat ini dari perusahaan dalam portofolio SoftBank. Bersamaan dengan masalah seperti kegagalan IPO Uber, serta IPO yang gagal dan bailout 9,5 miliar dolar AS dari operator kantor bersama WeWork, sejumlah perusahaan portofolio Vision Fund telah mem-PHK staf, atau berencana, karena mereka melihat untuk bergerak menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan.

“Masalah di WeWork ‘tidak benar-benar’ memengaruhi Tokopedia,” tambah Cao. “Banyak hal yang telah dibicarakan oleh pers mengenai keuntungan, dan kami telah menerapkan, sebenarnya, dari awal tahun lalu. Namun, jendela waktu untuk IPO harus masuk akal, atau Anda dapat memiliki (IPO) yang gagal, atau perusahaan yang (memegang) IPO berhasil, tetapi harga turun.”

Loading...