Tingkatkan Produksi Bumbu instan, Ajinomoto habiskan Rp 312 Miliar untuk Bangun Pabrik Baru

sajiku

Kursrupiah.net – Ajinomoto, produsen bumbu instan dan MSG terbesar di , telah menghabiskan dana sekitar ¥ 2,5 Miliar (sekitar Rp 312 Miliar) untuk meningkatkan produksinya sebesar 80% di . Ekspansi bisnis ini diharap dapat mendongkrak Ajinomoto di lima pasar utama, yakni , Vietnam, , Thailand dan menjadi 500 Miliar Yen pada tahun 2020 mendatang.

Ajinomoto pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1969 dengan memperkenalkan bumbu penyedap rasa andalan mereka, “Masako” dengan pilihan rasa daging sapi dan daging ayam.

Kini, asal jepang ini berencana menambah kapasitas produksi bumbu campuran berlabel “Sajiku” di pabrik baru Karawang, Jawa Barat pada Desember 2017. Pabrik ini sendiri baru dibangun pada awal 2016, yang semula dibidik untuk meningkatkan produksi bumbu penyedap rasa bermerek “Masako”. Pabrik di situs Karawang ini rencananya baru dioperasikan secara penuh pada bulan Juli mendatang.

Sebagaimana diketahui, akan produk bumbu masakan praktis dan cepat saji tengah meningkat di kalangan konsumen Indonesia, dan sebagian besar berkembang lain di Asia Tenggara. Semakin banyak wanita yang pergi untuk bekerja dan pulang dalam keadaan lelah, sehingga mereka menginginkan makan malam lezat tersaji dengan usaha yang minim, namun tanpa mengeluarkan banyak untuk membeli makanan di luaran. Alhasil, kehadiran bumbu-bumbu instan Ajinomoto ini jelas menjadi jawabannya.

Ajinomoto mulai memasarkan brand “Sajiku” pada tahun 1999. Awalnya hanya berupa produk tepung dan campuran bumbu untuk membuat ayam goreng, nasi goreng, dan sebagainya. Produk tepung untuk menggoreng ini laris manis di pasaran, sehingga Ajinomoto sukses merajai 40% pasar Indonesia.

Loading...