Tingkat Pengeluaran Orang Tua di Indonesia Untuk Pendidikan Anak Tergolong Rendah

Singapore – Berdasarkan studi terbaru yang dilakukan oleh HSBC, para orang tua di Asia telah menanamkan investasi yang sangat besar di bidang pendidikan untuk mereka, agar bisa memiliki peluang karier yang lebih baik di . HSBC melaporkan, dari hasil terhadap lebih dari 8.400 orang tua di 15 negara yang ada di seluruh meliputi pengeluaran pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga universitas, termasuk biaya pendidikan dan akomodasi, negara Hong Kong menempati posisi teratas.

Seperti dilansir Nikkei, orang tua di Hong Kong setidaknya menghabiskan rata-rata USD 132.100 per anak atau sekitar Rp 1,7 miliar, tiga kali lipat lebih besar dari angka global yang berada pada angka USD 44.200. Kemudian di belakang Hong Kong ada negara dengan pengeluaran sebesar USD 70.900 dan Taiwan USD 56.400.

Di antara sekian banyak yang dilibatkan dalam survei, orang tua di adalah yang terbaik dalam hal perencanaan finansial. Lebih dari separuh dana pendidikan untuk anak-anak di berasal dari tabungan umum, asuransi, atau investasi. Sedangkan 2/5 dari mereka memiliki rencana tabungan pendidikan yang lebih spesifik.

Mayoritas orang tua di Asia menekankan pada pendidikan berkualitas lantaran mereka memandang bahwa pendidikan adalah cara untuk memastikan keberhasilan anak-anak mereka dalam hidup dan membuat anak-anak unggul untuk bersaing secara kompetitif dengan rekan mereka di pasar kerja. Sementara itu, orang tua di justru tergolong memiliki pengeluaran yang relatif rendah untuk biaya pendidikan dibandingkan pengeluaran pendidikan di tingkat global.

Indonesia tercatat hanya memiliki pengeluaran pendidikan sebesar USD 18.422 atau sekitar Rp 248 juta untuk membiaya pendidikan anak-anaknya dari SD sampai kuliah S1. “HSBC melihat komitmen orangtua di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sangat tinggi. Mereka bersedia berinvestasi waktu dan uang, bahkan rela mengorbankan kebutuhan-kebutuhan lainnya demi terselenggaranya pendidikan terbaik dan masa depan cerah bagi putra-putrinya,” kata Head of Wealth Management Bank HSBC Indonesia, Steven Suryana, seperti dikutip dari Berita Satu.

Menurut studi yang sama, secara global masih menjadi pilihan para orang tua. Di Indonesia, jurusan kedokteran ada di posisi pertama (21%), kemudian berikutnya ada jurusan Informatika (18%), jurusan Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (12%), jurusan Teknik (9%), dan jurusan Arsitektur (6%).

Pendidikan di jenjang pascasarjana pun diyakini oleh 91% orang tua di dunia menjadi bekal hidup terbaik untuk masa depan anak-anak mereka. Bagi orang tua di Indonesia, persentase dari pentingnya pendidikan pascasarjana mencapai 91%, demikian pula di China sebesar 91%, dan di Meksiko 90%.

Loading...