Tidak Ada Sertifikasi Resmi, Berapa Harga Terbaru Kopi Luwak Liar Asli?

Kopi Luwak

Bagi penggemar , salah satu jenis yang menjadi primadona adalah luwak. luwak sendiri berasal dari kotoran luwak liar dan terkenal dengan banderol harga yang cukup . Mahalnya harga luwak, disebut-sebut karena luwak tidak akan makan biji sembarangan, tetapi memilih yang sudah merah alias yang sudah siap .

Meski identik dengan harga yang mahal, namun tidak ada harga paten untuk jenis kopi luwak. Di pasar sendiri, harga kopi luwak begitu beragam dan memiliki rentang yang jauh.

“Kendalanya memang tidak ada sertifikasi resmi untuk kopi luwak dari pemerintah. Jadi orang sembarangan bisa mengklaim itu kopi luwak,” kata Aris Kadarisman, pengajar di Indonesia Coffee Academy, dilansir dari Kompas.

Untuk mengetahui apakah kopi yang diklaim sebagai kopi luwak tersebut asli, menurut Aris ciri-ciri tersebut dapat diketahui dari rasa kopi itu sendiri. “Kandungan kafein di kopi luwak itu lebih rendah. Jadi kalau minum kopi luwak tidak akan deg-degan karena sebelumnya sudah mengalami proses fermentasi di perut luwak,” ungkapnya.

Selain itu, rasa kopi luwak juga dikatakannya tidak menyangkut di tenggorokan. kopi luwak arabica juga memiliki karakteristik rasa yang lebih fruity, sedangkan kopi luwak robusta cenderung memiliki rasa mint. Pada saat  diminum, kopi luwak lebih lembut. Tetapi kalau dari penampakannya memang sulit untuk dibedakan.

Kabupaten Lampung Barat merupakan adalah sentra kopi robusta sekaligus pusat penghasil kopi luwak di Provinsi Lampung, Indonesia. Karena mutu biji kopi robustanya yang bagus dan rasanya yang khas menjadikan kopi luwak daerah dingin itu diakui baik di sejumlah negara.

Namun, sejak 2016 hingga awal 2017 ini, produksi kopi luwak Lampung Barat cenderung turun, dan makin sulit menembus pasar ekspor. Para perajin menyebutkan hal itu disebabkan sejumlah hal, seperti minim promosi dan terbatas akses ke permodalan, terutama dalam mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) perbankan nasional.

Pangsa pasar kopi bubuk luwak Lampung di pasar domestik juga makin tergerus, karena makin banyak diproduksi kopi pabrikan bermerek luwak dalam bentuk kemasan sachet atau kemasan kecil. Harga kopi sachet ini jauh lebih murah dibandingkan dengan harga kopi luwak liar asli yang harganya di tingkat perajin saja sudah mencapai Rp500.000 per kilo.

Pada 2006 lalu, perajin kopi luwak yang tercantum dalam Gabungan Kopi Luwak Robusta (GKLR) Lampung Barat mencapai 31 orang, kemudian menjadi 10 orang pada 2016, dan tersisa 8 orang di 2017. Kemudian, menurut informasi , produksi kopi luwak juga anjlok. Jika tahun lalu mampu memproduksi 500 kg kopi bubuk luwak sebulan, saat ini hanya mampu menghasilkan 150 kg kopi luwak bubuk saja.

 

Loading...