The Fed Tahan Suku Bunga, Kans Rupiah Melaju Makin Terbuka

Tren penguatan rupiah diprediksi masih akan terus berlanjut pada Kamis (28/7) ini. Reshuffle kabinet serta meeting yang memutuskan menahan tingkat The Fed membuat kans mata uang Garuda untuk terus melaju makin terbuka.

Seperti dilaporkan Index, rupiah mengawali perdagangan dengan penguatan sebesar 69 poin atau 0,53% di level Rp13.068 per dolar AS. Lalu, pada pukul 08.19 WIB, mata uang Garuda kembali 32 poin atau 0,24% ke posisi Rp13.105 per dolar AS.

“Katalis utama bagi rupiah datang dari pengumuman reshuffle kabinet yang menimbulkan optimisme terhadap perkembangan ekonomi Indonesia ke depan,” kata Analis Treasury BNI, Resti Afiadinie. “Terutama, usai Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan.”

Senada, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, juga mengungkapkan bahwa pengangkatan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan seolah meningkatkan peluang keberhasilan tax amnesty sehingga mengangkat optimisme di pasar keuangan. “Namun, konfirmasi atas euforia yang berlangsung akan segera datang minggu depan seiring rilis inflasi Juli dan pertumbuhan kuartal II ,” ungkapnya.

Sementara dari sisi eksternal, FOMC meeting yang memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga melemparkan keraguan terhadap keinginan para pejabat The Fed untuk menaikkan pinjaman sebelum akhir tahun. Ini membuat indeks dolar AS melanjutkan pelemahan 0,471 poin atau 0,49% ke level 96,582 pada pukul 06.57 WIB.

“Tidak ada komitmen dari mereka untuk mengambil langkah moneter,” kata Kepala Strategi Bank of Montreal, Greg Anderson. “Perkiraan pasar sebelumnya dari FOMC adalah bahwa langkah penaikan dapat dilakukan pada September. Namun, tampaknya hasil rapat tidak menyatakan hal demikian.”

Loading...