Testimoni Yellen Angkat Dolar, Rupiah Kembali Ditutup Melemah

Testimoni Gubernur , Janet Yellen, tentang prospek kenaikan ternyata mampu mengatrol pergerakan indeks AS. Hal ini pun berimbas pada pelemahan laju rupiah. Menurut Index pukul 15.59 WIB, Garuda kembali harus menutup (29/9) di zona merah dengan 15 poin atau 0,12% ke level Rp12.972 per dolar AS.

Rupiah sebenarnya mampu bertahan di zona hijau pada awal dagang hingga istirahat siang. Namun, setelah jeda siang, pergerakan mata uang Garuda berbalik arah dengan melemah 25 poin atau 0,19% ke Rp12.982 per dolar AS. Pembalikan arah ini terjadi ketika indeks dolar AS terpantau menguat 0,06% ke level 95,49. Jelang tutup dagang atau pukul 15.38 WIB, spot masih melemah 20 poin atau 0,15% ke posisi Rp12.977 per dolar AS.

Pergerakan mata uang Garuda yang terbatas disebabkan indeks dolar AS yang bergerak ke level positif terhadap sejumlah mata uang utama dunia menyusul testimoni Gubernur The Fed, Janet Yellen. Dalam pidatonya di depan Komite Kongres dini hari tadi, Yellen menyatakan bahwa mayoritas pembuat kebijakan The Fed melihat kecenderungan diperlukannya kenaikan suku bunga acuan tahun ini, meski tidak terdapat waktu yang tepat untuk pelaksanaannya.

Menurut Yellen, ekonomi AS berada pada untuk peningkatan suku bunga acuan secara bertahap. “Lapangan kerja di AS juga akan terus meningkat dengan stabil meski kecepatan rata-rata ini mungkin lebih tinggi dan pada akhirnya menyebabkan ekonomi terlalu panas. Jika kita membiarkan ekonomi terlalu panas, kita diharuskan untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diinginkan,” katanya.

Meski begitu, menurut Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, pasar melihat The Fed masih hawkish untuk menaikkan suku bunga acuan mereka. “Testimoni tersebut lebih difokuskan pada kebijakan ekonomi dan ,” kata Reza.

Loading...