Tertekan Berita Negatif Neraca Pembayaran, Rupiah Bakal Melemah di Awal Pekan

Awal pekan ini (16/5), diramal masih belum bisa bergerak dari zona merah. Berita negatif dari neraca pembayaran Indonesia bisa menjadi sentimen negatif bagi mata uang Garuda, meski di sisi lain, yen Jepang sudah berbalik terhadap dolar AS.

Menurut Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka 34 poin atau 0,26% ke level Rp13.359 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 21 poin atau 0,15% ke posisi Rp13.346 per dolar AS pada pukul 08.20 WIB.

“Laju yen yang menguat terhadap dolar AS tampaknya belum bisa dimanfaatkan rupiah untuk bergerak seiring adanya berita negatif dari neraca pembayaran Indonesia,” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, . “Pelaku pun tampaknya juga cenderung masuk ke yen dan membuat laju rupiah berpeluang kembali melanjutkan tren pelemahan.”

Pada akhir pekan lalu, usai rilis peningkatan tipis penjualan ritel yang tidak terlalu mendapat tanggapan positif, rupiah juga tertekan setelah adanya rilis Bank Indonesia yang melaporkan neraca pembayaran Indonesia kuartal I/2016 defisit 287 juta dolar AS. Padahal sebelumnya, neraca pembayaran berhasil mencatatkan 5,1 miliar dolar AS pada kuartal IV/2015.

“Namun demikian, kami berharap rupiah bisa menguat meski terbatas,” tambahnya. “Rupiah akan bergerak pada level support Rp13.320 per dolar AS dan resisten Rp13.305 per dolar AS.”

Sebelumnya, rupiah ditutup melemah 26 poin ke level Rp13.325 per dolar AS pada perdagangan Jumat (13/5). Pergerakan mata uang Garuda tersebut sejalan dengan mata uang di regional Asia yang cenderung melemah di akhir pekan lalu.

Loading...