Tersedia Mulai Jenjang SD-SMA, Harga LKS Intan Pariwara Dibanderol Terjangkau

Harga LKS - lesprivatdibogor.comHarga LKS - lesprivatdibogor.com

di mulai dari tingkat Dasar (SD), Menengah Pertama (SMP), hingga Menengah Atas (SMA) masih mengandalkan kerja alias LKS yang berfungsi untuk melatih kemampuan para dalam mendalami suatu mata pelajaran lewat serangkaian tugas lengkap dengan langkah-langkah untuk menyelesaikannya. Saat ini ada banyak penerbit LKS di Tanah Air, salah satunya adalah Intan Pariwara. LKS Intan Pariwara dipatok , tergantung jenjang dan mata pelajarannya.

Sebagai , harga LKS Intan Pariwara untuk tingkat SD kurikulum K13 dibanderol mulai Rp 15 ribuan hingga Rp 18 ribuan, kemudian SMP mulai harga Rp 12 ribuan hingga Rp 25 ribuan, jenjang SMA LKS-nya mulai Rp 19 ribuan hingga Rp 25 ribuan. Harga di setiap distributor kemungkinan dapat berbeda-beda.

Meskipun buku-buku dan LKS tersebut kerap dijadikan acuan dalam mengajar, rupanya kadang ditemukan beberapa materi yang kesesuaiannya masih dipertanyakan. Seperti kasus yang mencuat beberapa waktu lalu terkait Yerusalem sebagai Ibukota Israel di salah satu buku pelajaran seolah menjadi bukti masih lemahnya pengawasan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terhadap buku yang beredar di lingkungan pendidikan.

“Kasus buku pelajaran yang menuai kontroversi, lantaran lemahnya kontrol dan penilaian buku oleh Puskurbuk (Pusat Kurikulum dan Perbukuan),” kata Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriawan Salim di kantor Lembaga Bantuan Hukum, Jakarta, seperti dilansir CNNIndonesia.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan terbitnya buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang di dalamnya termuat bahwa Yerusalem ditulis sebagai Ibukota Israel. Buku yang dimaksud adalah buku standar elektronik IPS kelas 6 SD/MI terbitan Depdiknas 2008. Materi serupa juga ada di buku IPS kelas 6 SD/MI terbitan Yudhistira dan Intan Pariwara.

Hal ini memicu kontroversi lantaran status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel hanya diakui oleh Amerika Serikat dan beberapa negara lain. Sedangkan mayoritas negara di dunia kabarnya menolak hal tersebut. “Ini sangat memprihatinkan karena buku tersebut lolos penilaian perbukuan dalam program BSE (buku sekolah elektronik) oleh pusat perbukuan Kemendikbud,” ucap Satriawan.

Loading...