Terimbas Data Tiongkok, Rupiah Merosot 129 poin

hitung-rupiah mengawali perdagangan dengan catatan kurang memuaskan. Mata uang Garuda ini hingga 0,95% atau setara 129 poin ke level Rp 13.646/USD pada pembukaan perdagangan pagi ini (20/10).

, Head of Research NH Securities Indonesia, mengatakan bahwa pelemahan Rupiah kali ini dipicu oleh anjloknya minyak dunia dan sejumlah data yang kurang baik dari China. Meski begitu, pelemahan Rupiah disinyalir masih terbatas.

“Meski pelemahan mulai terbatas, pelaku kembali dimungkinkan melepas rupiah dan kembali beralih ke , seiring kurang baiknya data-data di Asia khususnya Tiongkok,” ujarnya dalam hasil riset yang diterima, pagi ini.

Sejumlah data merah dari Tiongkok yang memeberi imbas negatif pada laju mata uang Asia diantaranya adalah melambatnya laju domestik bruto (PDB), produksi industri, dan perlambatan lainnya.

“Dengan pelemahan tersebut, memberikan ruang bagi dolar untuk dapat terlihat lebih menguat. Dari data yang kami peroleh, (nilai tukar) beberapa (mata uang) melemah seiring mulai berkurangnya data dorongan beli,” papar Reza. Reza memprediksi pergerakan Rupiah hari ini akan berada di kisaran level tertinggi Rp13.550 / USD.

Sementara itu, analis lain dari Teknikal Bahana Securities, Muhammad Wafi, memperkirakan Rupiah bisa mendarat lebih tinggi di level Rp 13.440 / USD. “Rupiah hari ini (20/10/2015) diperkirakan akan bergerak dikisaran 13.440-13.615 dengan kecenderungan melemah,” ujarnya dalam riset.

Loading...