Terdiri dari Rupiah & USD, Rekening Kartu Kredit BII Maybank Tawarkan Kemudahan Transaksi

Kartu Kredit BII - www.kabarbisnis.com

Seperti halnya -bank lainnya di , BII Maybank juga memiliki kartu kredit yang menawarkan kemudahan bagi para untuk melakukan berbagai belanja. Kartu Kredit (RKK) Maybank terdiri dari 2 jenis mata uang, yakni Rupiah dan tanpa administrasi tambahan karena seluruh pemegang kartu kredit dapat secara memiliki kartu kredit tersebut.

Rekening kartu kredit Maybank menawarkan beberapa keuntungan, antara lain yang kompetitif, dapat digunakan sebagai sarana pembayaran tagihan kartu kredit, tidak ada saldo dan setoran minimum, dana RKK dapat ditarik dan disetorkan setiap saat di seluruh cabang dan cabang pembantu Maybank, serta dapat ditarik tunai lewat ATM Maybank.

kartu kredit BII Maybank jenis Visa/MasterCard Gold pun relatif terjangkau. Iuran tahunan untuk kartu utama hanya dikenai sebesar Rp 250 ribu, sedangkan untuk kartu tambahan tidak dikenai . Kemudian bunga pembelanjaan dan penarikan tunai yang ditarik oleh pihak Maybank adalah 2,95% per bulan. Nasabah juga dikenai administrasi penarikan tunai sebesar 4% atau minimal Rp 60.000.

Apabila terlambat membayar tagihan, nasabah akan dikenai biaya keterlambatan sebesar 3% dari tagihan dengan minimum biaya Rp 75.000 dan maksimum Rp 150.000. Sementara itu biaya penggunaan melebihi pagu kredit adalah 5% dari kelebihan limit dengan minimal Rp 75.000 dan maksimal Rp 300.000.

Pihak perseroan sendiri kini juga tengah fokus mengembangkan bisnis kartu kredit ke arah nasabah di pasar maupun remote area. “Dengan begitu kantor cabang kami nggak harus ke pelosok, tapi mereka bisa pakai kartu kredit untuk kemudian dicicil,” tutur Direktur Maybank Indonesia, Jenny Wiriyanto, seperti dilansir Beritasatu.

Di samping itu, Maybank Indonesia berupaya untuk menjadikan business credit card sebagai bagian dari jalur strategi pertumbuhan bisnis konsumer. Maybank Indonesia pun sedang mengembangkan kartu komersial untuk nasabah korporasi. “Kedua hal tersebut sudah berjalan. Kami mengharapkan dapat membukukan kenaikan kredit konsumer kisaran 12-15% (yoy) pada 2017 atau sama dengan kondisi industri ke depan,” jelas Jenny.

Loading...