Tekanan di Pasar Obligasi turut Perlemah Rupiah

obligasiPosisi terhadap Amerika tampaknya akan semakin . Setidaknya hal inilah yang dapat disimpulkan dari data referensi kurs Rupiah oleh (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) bahwa Rupiah sejauh 0,8% ke posisi Rp 13.164 per Dolarnya pada dari ini (Rabu,11/3) dari posisi semula di level Rp 13.059 per pada hari Selasa kemarin.

Kepala Riset BNI Treasury, Nurul Eti, juga turut angkat bicara terkait posisi Rupiah hari ini yang cenderung bergerak melemah akibat adanya kecenderungan pada konsolidasi. “Permintaan Dolar dari dalam negeri diperkirakan tetap tinggi di tengah meluasnya risk aversion yang berpotensi menghambat aliran dana ke keuangan Indonesia. (Gerakan) Pelemahan yang dialami oleh regional (lain) ikut berdampak negatif untuk Rupiah,” tutur Nurul. Nurul juga menambahkan bahwa terjadinya tekanan pada pasar sejak pekan lalu juga turut memperlemah posisi Rupiah. Berkurangnya prosentase kepemilikan asing atas SBN (Surat Berharga Negara) menandakan turunnya minat beli untuk sementara waktu ini.

Sementara penguatan Dolar Amerika terus berlanjut, indeks Dolar Amerika tetap berputar dalam arus tinggi sejak 11 tahun belakangan ini. Mata uang Yen-pun tak luput dari serangan Dollar, hingga Yen menyentuh titik terlemahnya sejak 8 tahun terakhir. Yen ditransaksikan pada posisi 121,315 Yen per Dolarnya.

 

Loading...