Tax Amnesty, Tumpuan Bisnis Properti Indonesia

– Rencana pemberian tax amnesty oleh pemerintah diprediksi akan membawa dampak baik bagi keberlangsungan properti di tanah air. Sejumlah pengembang properti di Jawa Timur pun meyakini kepemilikan rumah akan tumbuh 30% pada semester II 2016.

“Kalau tax amnesty ini sudah jalan, nanti masih bisa turun lagi. Bahkan sekarang ini sejumlah bank sudah jor-joran menawarkan rendah seperti Bank Mandiri bunga 8,5% fixed 5 tahun, lalu bunga 9%. Kalau semua ini jalan, semester II pertumbuhan properti bisa naik sampai 30%,” ujar Direktur PT Ciputra Surya Tbk, Sutoto Jacobus, di sela pemilihan unit Cornell Apartement, Surabaya, kemarin (27/4).

Sutoto memaparkan, properti Ciputra Group pada semester I 2016 tampak meningkat dibandingkan tahun lalu.

“Justru sekarang ini developer aktif semuanya, mulai banyak jualan. Saya melihat market di Surabaya ini malah lebih bergairah dibandingkan , walaupun dulu booming lebih cepat,” sambungnya.

Kinerja pemerintah dalam upaya penyediaan properti terjangkau juga berhasil menaikkan tingkat kepuasan pencari rumah. Sepanjang tahun ini, pemerintah juga melakukan sejumlah kebijakan penting di bidang properti dan dilanjutkan dengan peluncuran XI, pada akhir Maret lalu. Tujuannya, tak lain untuk mendorong perkembangan properti di Tanah Air.

Terungkap dalam survei tahunan Property Affordability Sentiment Index 2015 yang dilakukan Rumah.com bekerjasama dengan Added Value Saffron Hill, sebanyak 36% dari total 1.070 responden merasa pemerintah telah berupaya mendukung kepemilikan properti. Jumlah ini meningkat 22% dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 14%.

Loading...