Tawarkan Berbagai Keuntungan, Biaya Buat Paspor Elektronik Dipatok Rp 655 Ribu

Paspor - www.indosecuritysystem.comPaspor - www.indosecuritysystem.com

Seperti halnya di negara-negara maju layaknya Australia, Amerika Serikat, Malaysia, Inggris, Jepang, Selandia Baru, Swedia, dan sejumlah negara lainnya, juga mengenal e-passport atau yang canggih dan menawarkan sejumlah keuntungan. Dibandingkan biasa, biaya buat elektronik memang relatif lebih mahal, yakni mencapai Rp 655 ribu. Sedangkan biasa biaya pembuatannya hanya Rp 355 ribu.

Biaya buat paspor elektronik sebesar Rp 655 ribu tersebut meliputi pembuatan e-paspor 48 halaman Rp 600 ribu dan Rp 55 ribu biaya informasi pengambilan data biometrik pemohon e-paspor. Ada juga e-paspor 24 halaman yang biaya pembuatannya sebesar Rp 405 ribu. Lantas mengapa biaya pembuatan e-paspor lebih mahal daripada paspor biasa?

Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Heru Santoso menjelaskan bahwa e-paspor dibuat menggunakan teknologi yang berbeda dari paspor biasa. “E-paspor itu chip-nya yang buat mahal. Data itu kan disimpan di chip. Chip itu menyimpan data biometrik seperti scan sidik jari dan bentuk wajah pemegang e-paspor,” ujar Heru, seperti dilansir Kompas.

Syarat yang dibutuhkan untuk membuat e paspor tahun 2018 pun cukup mudah, pemohon hanya perlu membawa persyaratan yang dibutuhkan seperti e-KTP, Keluarga (KK), akta kelahiran atau ijazah terakhir, dan paspor lama. Adapun pembuatan e-paspor tidak perlu menunggu masa berlaku paspor biasa berakhir dan paspor biasa bisa dibawa untuk digantikan dengan e-paspor.

Untuk daerah DKI Jakarta, pembuatan e-paspor dapat dilakukan di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Tanjung Priok dan Soekarno-Hatta. Kemudian daerah Batam di Kantor Imigrasi Batam, dan untuk Surabaya di Kantor Imigrasi Surabaya.

Ke depannya kabarnya paspor biasa akan perlahan dihilangkan dan digantikan dengan e-paspor sepenuhnya. Berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Imigrasi, para pemegang e-paspor memperoleh keuntungan berupa persetujuan visa kunjungan yang lebih mudah, di samping itu pemegang e-paspor dari Jakarta dan Bali juga tak perlu mengantre di pintu pemeriksaan imigrasi lantaran sudah tersedia autogate khusus untuk memindai e-paspor sebelum memasuki boarding gate.

Loading...