Tarif Premi Berbeda, Apa Saja Biaya yang Ditanggung BPJS Kesehatan Kelas 2?

BPJS Kesehatan - (Sumber: radarlampung.co.id)

Adanya program Kesehatan diakui banyak pihak cukup mampu meringankan sebagian besar masyarakat untuk mendapatkan kesehatan. BPJS Kesehatan sendiri menyediakan 3 yang dapat dipilih oleh peserta BPJS berdasarkan besaran iuran per bulannya. terendah ada di 3, kemudian 2, dan yang tertinggi 1.

Besarnya nominal yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan tersebut dihitung berdasarkan sistem Indonesia Case Base Groups (INA-CGBs) yang dibedakan berdasarkan kualifikasi , kelas perawatan, regional , dan tingkat keparahan yang diderita oleh peserta. Di mana kelas 1 membayar premi yang lebih mahal dibanding dengan kelas 2 dan kelas 3.

Nah, pertanyaan yang kerap diajukan bagi mereka yang berniat untuk menjadi peserta kesehatan ini adalah perbedaan layanan dan biaya apa saja yang ditanggung oleh masing-masing kelas. Apabila peserta BPJS melakukan pengobatan dengan cara rawat jalan, maka tidak ada perbedaan dalam sisi layanan maupun obat. Namun, jika peserta diharuskan untuk rawat inap, maka di sinilah letak perbedaannya.

“Kelas 1 itu Rp81.000 per bulan, tetapi kelas 2 ini hanya Rp51.000 seharusnya Rp68.000 berarti selisih Rp17.000, kemudian kelas 3 yang seharusnya itu Rp53.000 hanya dibayar Rp25.500,” ungkap Bayu Wahyudi, Direktur Kepatuhan, Hukum dan Hubungan Antar Lembaga BPJS, dilansir dari Okezone.

Terdapat satu aturan yang belum diketahui oleh banyak rumah sakit, yakni seluruh biaya penanganan gawat darurat di semua rumah sakit ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Termasuk di rumah sakit yang belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Untuk kegiatan gawat darurat, biarpun RS belum kerjasama dengan BPJS, BPJS tetap menanggung (biaya),” ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto, dikutip dari Kompas.

Ia mengatakan informasi ini belum banyak diketahui oleh pengelola rumah sakit, akibatnya mereka mencari rumah sakit rujukan yang bermitra dengan BPJS agar bisa menangani pasien atau peserta BPJS. Koesmedi menambahkan, seharusnya pihak rumah sakit menangani terlebih dahulu pasien gawat darurat dan nantinya akan dibiayai oleh BPJS.

Semua penanganan gawat darurat ditanggung BPJS sampai pasien dalam kondisi stabil. Meskipun perawatannya berada di luar ruang IGD, misalnya di ruang PICU seperti yang dibutuhkan bayi Debora beberapa waktu lalu.

“Itu kan baru tadi diketahui, tidak tersosialisasi dengan benar. Kalau itu (bisa ditanggung BPJS) sampai stabil, dipikir mereka hanya di IGD saja. Banyak rumah sakit yang tidak tahu setelah saya tanya,” ujarnya.

Sebagai informasi, BPJS Kesehatan juga memfasilitasi ibu hamil yang hendak melahirkan. Peserta dapat melahirkan normal di Faskes 1 yang telah memiliki bersalin. Sedangkan bagi yang mengalami masalah proses persalinan, misalnya operasi caesar maka bisa dirujuk ke rumah sakit yang telah bekerja sama dengan BPJS. Biaya persalinan normal yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan adalah Rp600.000, dan peserta tidak boleh dikenai biaya tambahan.

 

Loading...