Tunduk pada Aturan, Tarif Maxim per Km 2020 Mulai Disesuaikan

Ojek Online Maxim - m.solopos.comOjek Online Maxim - m.solopos.com

Maxim merupakan perusahaan asal Rusia yang saat ini hadir sebagai moda transportasi berbasis , bersaing dengan Go-Jek dan Grab yang sudah terlebih dahulu berkiprah di Indonesia. Dibandingkan dua pendahulunya, Maxim mengunggulkan per kilometer (km) yang lebih murah. Namun karena bisnis transportasi harus tunduk pada aturan , tarif Maxim per km 2020 pun sudah mulai mengalami penyesuaian, khususnya di , Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Sejak Maret 2020 lalu, tarif online (ojol) termasuk Maxim di Jabodetabek naik Rp150-250 per km. Maxim sendiri mengaku sengaja menerapkan tarif murah sebagai strategi bisnisnya di Indonesia. Sebelum ditegur pemerintah, Maxim menerapkan tarif batas bawah Rp1.850 per km dan biaya hanya Rp3.000.

“Kami hargai pemerintah. Bagaimana pun kami kan punya bisnis di Indonesia harus ikut aturan yang ada. Itu pun kami akan tentukan yang paling terjangkau,” ungkap Public Relations Specialist Maxim Havara Evidanika di Jakarta beberapa waktu lalu, seperti dilansir Katadata.

Menurut informasi yang beredar, untuk tarif perjalanan dalam kota Maxim Bike mulai Rp8.000 mencakup 3,05 km pertama dan tarif berikutnya dikenai Rp2.100 per km. Kemudian tarif Maxim Car dalam kota mulai Rp5.000 termasuk 0,2 km perjalanan dan tarif selanjutnya dikenai Rp3.900 per km, dengan biaya peninggian awal Rp2.000. Lain lagi dengan biaya Maxim Car L yang dipatok mulai Rp10.000, tarif perjalanan 1,75-6 km Rp4.000 per km, dan setelah 6 km tarifnya jadi Rp5.000 per km, dengan biaya peninggian awal Rp5.000.

Hingga kini, layanan ride hailing internasional yang telah hadir di Indonesia sejak tahun 2018 tersebut sudah membuka 31 cabang di wilayah Indonesia. Selain layanan transportasi dan mobil, Maxim juga menyediakan jasa pengantaran (Maxim Delivery), jasa pembelian bahan makanan (Maxim Food & Shop), hingga jasa penderekan dan menghidupkan mesin.

Maxim telah membuka cabang di Jakarta, Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Bandung, Banjarmasin, Batam, Bengkulu, Cilegon, Denpasar, Jambi, Jayapura, Kendari, Makassar, Malang, Manado, Medan, Padang, Palangkaraya, Palembang, Palu, Pekanbaru, Pontianak, Sabang, Samarinda, Serang, Singkawang, Surakarta, Tasikmalaya, , Semarang, dan akan terus bertambah di kota lain.

Loading...