Tampil Dengan Wajah Baru, Kartu Paspor BCA Flazz Mungkin Tidak Akan Bertahan Lama

BCA Flazz - (Sumber: bca.co.id)BCA Flazz - (Sumber:

() semakin menunjukkan mereka dalam hal pelayanan kepada nasabah. Hal tersebut ditunjukkan dengan diubahnya desain dari Kartu Paspor BCA. Desain yang digunakan sebelumnya sudah akrab dipakai selama 15 tahun. BCA merasa perlu dilakukan refreshment untuk menampilkan kesan modern.

Perubahan wajah baru Kartu Paspor BCA tidak hanya pada tampilan saja, tetapi juga secara teknologi dan fungsi. BCA siap mengimplementasikan teknologi chip pada Kartu /Debet. Kartu Paspor BCA baru sekaligus dapat digunakan sebagai Kartu Flazz dengan ditanamkan teknologi NSICCS (National Standard Indonesia Chip Card Specification).

Fitur-fitur yang sebelumnya tersedia pada Kartu Paspor BCA yang lama tetap tersedia pada Kartu Paspor BCA Chip. Baik itu untuk berbelanja, bertransaksi di ATM Bank lain, dan tentunya menjadi semakin lengkap dengan adanya tambahan fitur Flazz yang dapat Anda gunakan untuk tiket massal atau untuk tiket jalan Tol.

“Dalam waktu dekat harusnya sudah bisa jalan. Kami siap dan sudah menyiapkan tambahan lagi kartu (Flazz),” ungkap Suwignyo, Direktur Consumer Banking BCA.

Saat ini, Flazz BCA dapat digunakan sebagai alat pembayaran di gerbang beberapa ruas tol, antara lain ruas tol Outer Ring Road (JORR), -Cikampek, Purbaleunyi, Cikopo-Palimanan (Cipali), Makassar, Surabaya-Gresik, dan Waru-Juanda.

“Rata-rata sudah bisa semua, dalam kota, Cipularang, tol Bali sudah bisa Flazz, nantinya menyeluruh. Hanya memang perlu diperbanyak salesnya terutama yang di jalan tol,” ujar Jan Hendra, Sekretaris BCA.

Adapun, untuk program elektronifikasi ini BCA sendiri menyebut tidak mematok target transaksi. Kendati demikian, bank swasta terbesar di Indonesia ini berharap penetrasi Flazz dapat meningkat.

“Kalau tol, di Bali setelah 1 Oktober sampai sekarang 25% sampai 30% sudah pakai Flazz. Jabodetabek belum kami lihat karena belum semua,” ujarnya.

Sedangkan, untuk penggunaan di ATM & EDC, transaksi Kartu Paspor BCA tetap membutuhkan PIN sebanyak 6 digit. Sementara, untuk penggunaan di merchant-merchant, Kartu Paspor BCA sudah seperti kartu kredit, cukup dimasukkan (dip) ke EDC (electronic data capture) atau tidak lagi digesek.

Tetapi sayangnya, Kartu Paspor BCA yang digabungkan dengan Flazz tersebut mungkin tidak akan bertahan lama. Hal itu dituangkan di dalam surat yang dikirimkan BCA ke nasabah. Surat itu salah satunya membahas mengenai fitur Flazz pada kartu Paspor BCA yang akan ditiadakan.

Semakin diperkuat dengan pernyataan Santoso, Direktur BCA yang mengatakan bahwa pemisahan Flazz pada ini dikarenakan bank melihat populasi Flazz sudah cukup besar. “Ke depan, fungsi Paspor akan difokuskan kepada fungsi ATM dan debit,” kata Santoso.

Sementara, Flazz ke deoan akan difokuskan pada transaksi uang berbasis kartu. Sebagai gambaran saja saat ini paspor BCA yang terdapat fitur Flazz sebesar 3,5 juta kartu. Sedangkan kartu Flazz yang berdiri sendiri tercatat sudah beredar 13,5 juta kartu.

Loading...