Tak Kalah Berkualitas dari yang Berbayar, Ini Deretan Pondok Pesantren Gratis Bebas Biaya

Pondok Pesantren Gratis Bebas Biaya - darunnajah.comPondok Pesantren Gratis Bebas Biaya - darunnajah.com

Mendapatkan yang berkualitas biasanya harus dibarengi dengan mengeluarkan yang sebanding selama proses studi berlangsung. Namun beruntung karena saat ini sudah ada beberapa gratis yang tidak menarik apa-apa lagi pada calon santri yang hendak menimba ilmu di sana. Ponpes gratis tersebut tersebar di berbagai , mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Jakarta.

Di Jawa Timur misalnya, terdapat Pondok Pesantren Ma’had Tahfizhul Qur’an Al-Firqoh An-Najiyah di Kabupaten Karangploso, Malang yang menyelenggarakan pendidikan Tahfidz Alquran 30 juz untuk jenjang Kuliyyatul Mu’allimin yang setara dengan pendidikan SMA/Aliyah dan Ma’had ‘Aly Tahfizhul Quran (Maltiq) yang setara Diploma 2. Meskipun gratis, rupanya atau sarana pendidikan di Ponpes Al-Firqoh An-Najiyah cukup lengkap, mulai dari masjid, asrama santri, ruang kelas yang dilengkapi LCD proyektor, perpustakaan, outdoor class, laboratorium komputer, ruang makan, hingga lahan pertanian.

Selain Ponpes Al-Firqoh An-Najiyah, ada juga Pondok Pesantren Darunnajah Islamic Boarding School yang juga dikabarkan menerima santri secara gratis. Ponpes Darunnajah 2 Cipining yang berada di Kota Bogor menyediakan beasiswa penuh bagi siapa saja yang hendak belajar di Darunnajah.

Setidaknya ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi untuk mendapat beasiswa penuh di Darunnajah, mulai dari lulus ujian menghafal Alquran, siap menghafal Alquran 30 juz selama masa belajar, siap menaati peraturan yang berlaku, siap mencapai target hafalan setiap semester, membayar formulir pendaftaran Rp 150 ribu, dan masih banyak lagi persyaratan lainnya.

Tak ketinggalan, ustaz kondang seperti KH Anwar Zahid pun juga menyediakan program mondok gratis di Pondok Pesantren As-Syafi’iyah yang diasuhnya. Ponpes yang terletak di Bojonegoro, Jawa Timur ini memiliki lebih dari 400 santri yang terdiri dari 150 santri laki-laki dan sisanya perempuan.

Mayoritas santri yang diasuh oleh Kiai Qulhu ini adalah anak-anak transmigrasi yang masih minim pengetahuan seputar agama Islam dan anak-anak yatim atau anak-anak kurang mampu. Para santri berasal dari daerah Sumatra, Jambi, Palu, Riau, Papua, dan daerah lain di luar Pulau Jawa. KH Anwar Zahid sendiri berharap para santri yang ia didik kelak dapat memperjuangkan agama Islam di daerah asalnya. “Saya siap menampung anak-anak yang memang kurang mampu, khususnya anak-anak yatim piatu. Saya gratiskan sekolah dan ngajinya,” tutup KH Anwar Zahid, seperti dilansir Ponpes.net.

Loading...