Tak Berotot, Rupiah Berakhir Pekan di Area Merah

Rupiah - BBC.comRupiah - BBC.com

JAKARTA – Rupiah praktis tidak memiliki tenaga untuk bergerak ke zona hijau pada Jumat (9/11) sore setelah indeks terus bergerak menguat, didukung optimisme kenaikan The Fed di bulan Desember. Menurut Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda melemah 139 poin atau 0,95% ke level Rp14.678 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.632 per dolar AS, menguat 19 poin atau 0,12% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.651 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya melawan , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,94% menghampiri won Korea Selatan.

Dari , indeks dolar AS terus bergerak menguat terhadap euro dan sekeranjang mata uang utama pada hari Jumat, setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga sambil menegaskan bahwa mereka tetap pada jalur untuk kemungkinan suku bunga di akhir tahun. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,035 poin atau 0,04% ke level 96,759 pada pukul 11.06 WIB.

“The Fed tampaknya akan menaikkan suku bunga acuan pada bulan Desember mendatang. Mereka sebagian besar tidak terpengaruh oleh koreksi pasar ekuitas pada bulan Oktober kemarin,” ujar kepala strategi mata uang di NAB, Ray Attrill, dilansir Reuters. “Dolar AS juga diuntungkan pelemahan yang dialami euro dan pound sterling dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.”

Sepanjang tahun 2018 ini, The Fed telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali, dan investor memperkirakan akan ada kenaikan suku bunga lagi pada bulan Desember mendatang, disokong AS yang solid, meningkatnya inflasi, dan sektor tenaga kerja. Menurut ukuran FedWatch milik CME, kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Depan mencapai angka 75%.

Setelah kebijakan The Fed, fokus pasar kini mulai bergeser kembali ke perbedaan antara kebijakan moneter AS dan ekonomi utama lainnya, seperti Jepang yang menerapkan kebijakan suku bunga yang sangat rendah. Hal tersebut berimbas pada pelemahan yang dialami yen terhadap greenback, mendekati level terendah dalam lima pekan.

Loading...