Syok Pasar Global Mereda, Rupiah Berakhir Menguat 24 Poin

Meredanya syok di pasar berperan besar terhadap pergerakan positif mata uang berkembang, salah satunya . Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, mata uang dalam negeri mampu menutup sesi dagang Rabu (16/11) ini dengan penguatan sebesar 24 poin atau 0,18% ke level Rp13.345 per AS.

Rupiah mengawali hari ini dengan menguat tipis 1 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.368 per dolar AS. Jeda siang, mata uang Garuda kembali terapresiasi 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.358 per dolar AS. Jelang tutup dagang atau pukul 15.41 WIB, spot masih bertahan di zona positif dengan naik 34 poin atau 0,25% ke Rp13.335 per dolar AS.

“Meredanya syok di pasar global berpeluang mengoreksi pelemahan tajam mata uang negara berkembang,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “ minyak mentah yang terpantau rebound juga menjadi katalis positif bagi mata uang emerging market.”

Namun, di sisi lain, Rangga menambahkan, data manufaktur AS yang membaik di tengah sentimen Trump Effect mampu menjaga tren pergerakan positif indeks dolar AS yang bertahan di atas level 100. Sebelumnya, data Departemen Perdagangan AS pada Selasa (15/11) kemarin menunjukkan penjualan ritel meningkat 0,8% pada Oktober, menyusul lonjakan 1% pada bulan sebelumnya.

“Fokus investor saat ini tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur yang diperkirakan masih mempertahankan suku bunga di level 4,75%,” sambung Rangga. “Pasalnya, melihat gejolak eksternal yang menekan rupiah hanya berjalan temporer.”

Berbeda dengan rupiah, pergerakan mayoritas mata uang Asia Tenggara terhadap dolar AS hingga siang tadi cenderung melemah. Pelemahan terdalam dialami peso Filipina yang menukik 0,45%, diikuti ringgit Malaysia yang anjlok 0,28%, dolar Singapura yang 0,18%, dan baht Thailand yang harus turun 0,02%.

Loading...