Surplus Neraca Perdagangan Menurun, Rupiah Dibuka Melemah 36 Poin

Jakarta – Hingga hari ini, Jumat (16/12) masih melanjutkan pelemahannya. Mengawali pagi ini, rupiah dibuka 36 poin atau 0,27 persen ke Rp 13.420 per AS. Sebelumnya, rupiah berakhir melemah 90 poin atau 0,68 persen ke posisi Rp 13.384 per AS.

Rupiah kembali bergerak di atas 13.400 ketika indeks berada di posisi 103. Pada pukul 07.51 WIB, indeks menguat 0,06 persen ke 103,08. Pelemahan rupiah ini dipicu oleh keputusan The Fed yang menaikkan sebesar 25 basis poin ke posisi 0,75%. Apalagi The Fed juga mengisyaratkan adanya kenaikan hingga 3 kali tahun 2017.

“Kebijakan Trump berpotensi meningkatkan angka dan membuka peluang The Fed menaikkan suku bunga lebih banyak,” ungkap Research and Analyst Monex Investindo Futures, Vidi Yuliansyah.

Sedangkan untuk sentimen dari dalam negeri, pihak Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate di angka 4,75%. Sementara itu analis uang Mandiri Rully Arya Wisnusubroto memperkirakan, “Tetapi proyeksi kami The Fed tidak seagresif itu. Kami perkirakan Fed Funds Rate tahun depan maksimal naik mungkin hanya dua kali menjadi 1,25%.”

Selain keputusan BI yang mempertahankan suku bunga acuannya, rupiah juga tergencet oleh data surplus neraca perdagangan Indonesia bulan November yang mengalami penurunan menjadi 840 juta, padahal bulan lalu surplusnya mencapai 1,21 miliar.

Loading...