Support Dolar Tidak Berlangsung Lama, Rupiah Berpeluang Rebound

Meski dibuka tipis, namun peluang penguatan masih terbuka pada perdagangan Selasa (9/8) ini. Pasalnya, data tenaga kerja AS yang membaik dinilai tidak akan cukup untuk menaikkan ekspektasi AS sehingga dukungan terhadap the juga kemungkinan tidak akan berlangsung lama.

Seperti diwartakan Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka melemah tipis 3 poin atau 0,02% di level Rp13.127 per dolar AS. Pelemahan mata uang Garuda berlanjut pada pukul 08.36 WIB dengan terdepresiasi 9 poin atau 0,07% ke posisi Rp13.133 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS juga terpantau dibuka tipis 0,049 poin atau 0,05% ke level 96,352.

“Penguatan data tenaga kerja AS tidak akan cukup menaikkan ekspektasi inflasi AS,” ujar Kepala Strategi Mata Uang Global Morgan Stanley, Hans Redeker. “Support dolar AS juga mungkin tidak berlangsung lama karena The Fed kemungkinan tidak berencana membiarkan mereka untuk naik terlebih dahulu.”

Senada, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, juga mengatakan bahwa penguatan rupiah bisa kembali seiring tekanan penguatan dolar AS di global yang ternyata mampu mengungguli euforia atas rilis angka pertumbuhan yang di atas ekspektasi. “Harga yang naik cukup tajam juga bisa memberi angin segar bagi mata uang Garuda,” katanya.

Sementara itu, Analis Treasure Bank BNI, Resti Afiadinie, menambahkan bahwa pelemahan rupiah yang terjadi kemarin memang terpengaruh sektor tenaga kerja AS. Namun, koreksi rupiah yang tipis menandakan bahwa kondisi internal Indonesia masih cukup kuat.

“Consumer confidence index Indonesia membaik, selain pelaku pasar yang mencermati tax amnesty,” jelasnya. “Rupiah hari ini kemungkinan bergerak sideway di kisaran Rp13.120 hingga Rp13.170 per dolar AS.”

Loading...