Suku Bunga The Fed Siap Naik, Saham di Asia Jatuh ke Level Terendah

Electronic Board Index - investphilippines.orgElectronic Board Index - investphilippines.org

TOKYO – Keputusan para investor untuk mundur dari menyusul keputusan untuk melepas aset dan menaikkan suku acuan membuat harga di India, Taiwan, dan tempat lain turun tajam. Indeks Nikkei 300, yang melacak di kawasan Asia, turun 0,5 persen menjadi 1.297,50 pada penutupan dagang Selasa (26/9), sekaligus menjadi level terendah dalam hampir tiga minggu.

Nikkei melaporkan, sejak Rabu minggu lalu, ketika FOMC (Federal Open Market Committee) meeting mengumumkan keputusannya untuk mengurangi kepemilikan aset dan menaikkan suku bunga acuan sekali lagi di bulan Desember, telah membuat rupee India melemah dua persen terhadap . Sementara, indeks saham acuan Sensex di Mumbai merosot 2,5 persen.

Investor agaknya khawatir dengan arus keluar yang kemungkinan dipicu oleh kenaikan suku bunga AS, dan lantas ‘mencampakkan’ saham di India. Beberapa pengamat memproyeksikan bahwa defisit fiskal India akan meluas saat setempat bekerja untuk ‘melestarikan’ dengan langkah-langkah stimulus.

Keputusan memang mengejutkan banyak orang, mengingat inflasi yang melambat di AS telah memicu skeptisisme tentang kenaikan suku bunga lanjutan. Indeks saham utama di Taiwan dan Hong Kong telah turun lebih dari 2 persen sejak pengumuman . Adapun indeks KOSPI Korea Selatan, turun selama enam sesi berturut-turut hingga Selasa kemarin.

Sementara, saham di Jepang bernasib lebih baik karena suku bunga yang lebih tinggi akan memperkuat kurs dolar AS terhadap yen, dan nilai tukar yen yang lebih lemah akan meningkatkan ekspor Jepang. Nikkei Stock Average memang turun 0,33 persen pada Selasa karena pasar bereaksi terhadap ketegangan di Korea Utara. Namun, indeks masih lebih tinggi dari penutupan pasar Rabu pekan lalu.

Menurut Douglas Butcher dari BNP Paribas Securities Japan, investor jangka panjang di luar negeri secara bertahap meningkatkan pembelian di Jepang. Meski demikian, sedikit yang pesimistis tentang prospek pasar saham Asia. Belanja konsumen dan investasi infrastruktur yang kuat diharapkan dapat membantu negara-negara tersebut mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di tahun ini.

Loading...