Suku Bunga Acuan Dipangkas, Rupiah Melenggang 6 Poin di Pembukaan

Jakarta dibuka naik 6 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp 13.338 per AS di awal hari ini, Rabu (23/8). Kemarin, Selasa (22/8) Garuda berakhir terapresiasi 0,05 persen atau 7 poin ke level Rp 13.344 per dolar AS usai diperdagangkan di rentang angka Rp 13.327 hingga Rp 13.349 per dolar AS.

Sedangkan indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat 0,49 persen menjadi 93,554 pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB lantaran para kini tengah mencermati sejumlah pertemuan pejabat bank sentral utama yang dilakukan pada akhir pekan ini.

Pejabat Federal Reserve Amerika Serikat diperkirakan akan bergabung dengan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi dan Gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ) Haruhiko Kuroda pada Jumat (25/8) di Simposium Kebijakan tahunan di Jackson Hole, Wyoming, AS. Dalam pertemuan yang bertopik ‘Fostering a Dynamic Global Economy’ ini para investor mengharapkan bisa memperoleh petunjuk seputar kebijakan moneter global.

Di sisi lain, pelaku pasar kini masih mencerna hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG BI). “Sejak kemarin Senin (21/8), ekspektasi pasar terhadap BI 7-day reverse repo rate semakin tinggi,” kata Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang Bank Mandiri, seperti dilansir Kontan. Seperti diketahui, memutuskan untuk menurunkan acuannya ke level 4,50 persen. Sementara itu dari faktor eksternal tak banyak data ekonomi AS yang bisa memperkuat pergerakan USD.

Sementara itu, menurut Research & Analyst Valbury , Lukman Leong, rupiah menguat lantaran pasar mengantisipasi volatilitas sampai sepekan ke depan usai rapat dewan direksi BI. Namun investor pun perlu mewaspadai dolar AS yang juga berada dalam tren menguat, terutama menjelang simposium ekonomi pada Kamis dan Jumat pekan ini.

Kepala perdagangan Asia Pasifik di OANDA, Stephen Innes menuturkan jika pidato Janet Yellen dapat meningkatkan ekspektasi pasar terkait probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember, maka dolar AS akan mendapat dorongan untuk menguat. “Ini (konferensi Jackson Hole) bisa menjadi pijakan terhadap dolar AS,” tandasnya.

Loading...