Bisnis Rental Menggeliat, Sewa Mobil Matic di Malang Tanpa Sopir Banyak Diminati

Sewa Mobil Matic - www.biggersmazda.comSewa Mobil Matic - www.biggersmazda.com

Seiring dengan menggeliatnya sektor di , Jawa Timur, lain seperti rental atau sepeda motor pun ikut ‘kecipratan’ rezeki. Dibanding membawa pribadi, rupanya sebagian traveler kini lebih senang naik umum atau bahkan menggunakan mobil untuk memudahkan mereka dalam bepergian. yang ditawarkan sejumlah persewaan kendaraan pun macam-macam jenis mobil dan layanannya. Bisa disewa dengan driver sekaligus atau bahkan tanpa sopir.

Biasanya sejumlah rental di Malang menyewakan kendaraan dalam berbagai tipe, ada yang bertransmisi manual (dengan kopling) atau ada juga kendaraan-kendaraan model baru yang rata-rata sudah menggunakan transmisi automatic (matic). Dibandingkan mobil transmisi manual, harga atau tarif sewa mobil matic ternyata terpaut lebih mahal.

Sebagai contoh, di salah satu rental di Malang mematok biaya sewa mobil Agya/Ayla dengan harga Rp250 ribu (manual), sedangkan yang matic Rp275 ribu jika tanpa sopir dan sistem sewanya lepas kunci. Jika memilih paket plus supir dan BBM, maka tarifnya lebih mahal lagi, mencapai Rp400 ribu. Namun biasanya untuk sewa mobil di Malang tanpa sopir dan lepas kunci, ada pihak rental yang mematok minimal mobil dengan kurun waktu 2 hari. Sedangkan untuk yang sudah termasuk supir, bisa disewa 12 jam atau bahkan full day 24 jam.

Tak hanya mobil-mobil jenis MPV atau Elf saja yang , persewaan mobil berjenis Hardtop pun cukup di Malang. Biasanya Hardtop lebih banyak disewa untuk mengantarkan turis atau wisatawan yang hendak bepergian ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Seperti diketahui, sejak dulu sampai sekarang hanya mobil berjenis Toyota Land Cruiser FJ40 lawas saja yang diizinkan masuk TNBTS. Tak heran jika kemudian bisnis rental Hardtop begitu populer. Menurut Muhammad Muhsin, warga Desa Wisata Gubugklakah, Malang, Jawa Timur yang juga mempunyai 12 mobil Hardtop ini tiap bulannya bisa memperoleh pendapatan pasif yang cukup menggiurkan dari persewaan mobil klasik tersebut.

“Tarif sewanya saat ini sekitar Rp800.000,” ungkap Muhsin, seperti dilansir Kontan. Dari harga tersebut, sekitar Rp200 ribu dialokasikan untuk bensin, kemudian masih tersisa Rp600 ribu. Adapun ongkos mitra pengemudi adalah 30% dari sisa biaya sewa yang sudah dipotong biaya BBM tadi. Jadi Muhsin bisa mengantongi pendapatan bersih sekitar Rp420 ribu dalam sehari. Jika dihitung, dalam sebulan ia dapat meraup pendapatan hingga Rp12 juta dari 1 Hardtop saja. Menggiurkan bukan?

Loading...