Sering Dialami Nasabah, Token KeyBCA PIN Lock Dapat Diatasi Di Kantor Cabang Terdekat

Token BCA Lock

Transaksi menggunakan agaknya menjadi pilihan sebagian besar . Hal tersebut dikarenakan layanan tersebut dinilai lebih praktis. Salah satunya adalah layanan dari ().

Bank swasta tersebut memberikan fasilitas berupa token yang dapat digunakan oleh nasabah di manapun dan kapan pun mereka akan melakukan transaksi. Nasabah diwajibkan memiliki security token yang dinamakan Key BCA untuk menghasilkan One Time Password yang digunakan untuk melakukan otentifikasi setiap transaksi Anda.

Token yang Anda dapatkan, sebaiknya disimpan di dalam tempat yang aman. Namun, tidak jarang beberapa nasabah mengalami masalah, seperti token BCA habis baterai, KeyBCA terblokir, atau KeyBCA lock PIN.

Mengapa dapat terjadi lock PIN? Umumnya, terjadi ketika salah memasukkan PIN sebanyak 3x berturut-turut. Bisa juga terjadi karena salah memasukkan kode, atau secara tidak sengaja terpencet.

Untuk membuka lock PIN pada Token BCA Anda, segeralah minta tolong customer service yang ada di cabang BCA terdekat. Diharapkan membawa identitas diri, seperti KTP atau KITAS. Lalu, membawa buku , dan kartu ATM. yang dikenakan untuk pembukaan blokir key BCA biasanya gratis. Kecuali, jika Anda mengganti KeyBCA dengan yang baru, akan dikenakan sebesar Rp 10.000.

Selain memerhatikan token supaya tidak terjadi kesalahan seperti di atas, BCA meminta kepada nasabah untuk berhati-hati terhadap ‘sinkronisasi token’ saat membuka internet banking. Pasalnya, konfirmasi token yang muncul bukan berasal dari BCA. “Tidak ada konfirmasi token dari BCA. Apabila data nasabah diminta, terutama token diminta berulang-ulang, itu berbahaya,” ujar Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja.

Menurutnya, konfirmasi token saat membuka Internet Banking BCA terjadi karena komputer nasabah terkena virus. Hal itu membuat tampilan ‘konfirmasi token’ terus muncul dengan tulisan ‘Sinkronisasi Token KeyBCA’.

BCA sendiri sudah melakukan sosialisasi terhadap temuan tersebut. Pasalnya, data nasabah bisa digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. “Kita juga sudah melakukan sosialisasi agar kalau ada yang aneh, ke Halo BCA 500-88,” kata Jahja.

Sementara itu, di kesempatan terpisah, Head of Halo BCA, Wani Sabu, mengatakan bahwa kasus ‘konfirmasi token’ itu memang belum banyak terjadi. Namun, ia meminta kepada nasabah untuk segera melaporkan setiap kejadian yang terkait dengan konfirmasi tersebut. “Belum banyak, tetapi harus segera melaporkan kepada Halo BCA,” ucap Wani.

Wani mengatakan bahwa penyebab munculnya ‘konfirmasi token’ itu karena komputer nasabah terkena virus tertentu. Meskipun begitu, BCA bisa mendeteksi apabila terjadi transaksi yang mencurigakan. Oleh karena itu, ia meminta nasabah untuk segera melaporkan kejadian tersebut.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi. Seperti kejadian yang dialami oleh seorang nasabah BCA yang merasa miliknya dibobol setelah diminta berulangkali gagal melakukan transaksi Internet Banking BCA. Terutama, pada saat nasabah tersebut diminta untuk melakukan ‘sinkronisasi token’.

Share this post

PinIt
Loading...
scroll to top