Serapan Tenaga Kerja AS Mengecewakan, Rupiah Manfaat Momen

Jakarta ditutup 34 poin pasca libur panjang. Rupiah kini menempati posisi kurs Rp 13.314/USD, atau sekitar 0,25% dari level penutupan sebelumnya.

Sebelumnya, Rupiah dibuka sedikit loyo pada Senin pagi (9/5). Rupiah mengawali transaksi hari ini dengan melemah 8 poin (0,06%) di level 13.356/USD.

Seiring dengan reli harga mentah dunia, langkah Rupiah semakin pasti. jenis West Texas Intermediate () menguat di hari keempat perdagangan, dan menjadi USD 45,52 perbarel.

Tercatat pada pukul 09.25 WIB, Rupiah naik 44 poin ke level Rp 13.304/USD. Padahal beberapa saat sebelumnya, indeks AS terpantau tengah menguat 44 poin ke posisi 93,916.

“Rupiah kalau kita lihat reli masih belum (signifikan).  Harga minyak masih naik. (Namun kita) lihat masuk bulan Mei, orang sedikit hati hati,” ujar Purwoko Sartono, Riset Panin Sekuritas ketika dihubungi pagi ini, Senin (9/5).

Meski begitu, Rupiah masih menampakkan kinerja prima di saat mayoritas mata uang ASEAN cenderung melemah.

Datangnya kabar tentang buruknya serapan di sektor non-pertanian juga seakan menambah semangat Rupiah. Rupiah seketika menguat 60 poin ke level Rp13.288/USD pada pukul 10.50 WIB.

“Buruknya penyerapan tenaga kerja non pertanian AS seakan mengonfirmasi pesimisme yang terbentuk bahwa perekonomian AS belum terlalu solid. Dalam jangka pendek, buruknya penyerapan tenaga kerja AS akan semakin menggerus harapan bahwa meeting berikutnya akan menaikkan FFR Target sehingga seharusnya dolar bisa melemah,” kata Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas dalam hasil risetnya.

Jelang penutupan, Rupiah sedikit melandai dengan menyisakan poin plus sebanyak 38 di level Rp 13.310/USD. Rupiah tak banyak bergerak hingga akhirnya ditutup pada level Rp 13.314/USD.

Loading...