Sentimen Negatif Global dan Domestik Berpotensi Perlemah Rupiah

Rupiah 100ribuJelang sesi jeda siang ini, Rupiah menampakkan performa yang cukup baik. Hingga pukul 11.10 WIB, Data dari Indeks menyebutkan bahwa Rupiah bertahan di level Rp 13.345 per Dolar Amerika Serikat, yakni menguat 0,08% dari posisinya kemarin yang menyentuh level Rp 13.356 per Dolarnya. Sementara, Kurs Referensi JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) Bank Indonesia menyampaikan hasil sedikit berbeda. Bank Indonesia mengklaim bahwa Rupiah 1 poin dari posisinya kemarin di level Rp 13.346 per USD menjadi Rp 13.347 per USD pada siang ini.

Jika ditelisik ada 2 hal yang menekan posisi Rupiah, yakni mengenai buruknya iklim yang kemudian ditambah lagi dengan rilis data ekonomi domestik yang mengecewakan. Analis Uang , Rully Arya Wisnubroto, menyatakan bahwa pelemahan Rupiah kali ini bisa berlanjut karena kondisi perekonomian global masih terbalut sentimen negatif. Memburuknya keadaan Yunani dan ambruknya bursa Shanghai dan Shenzen di China menyumbang andil yang cukup besar dalam hal ini. “Keadaan Yunani dan China tidak akan membaik dalam waktu dekat. (Hal) ini menyeret Rupiah,” terang Rully.

Berkenaan denga sentimen domestik yang ikut memperlemah Rupiah, Albertus Christian selaku Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan bahwa hal ini berasal dari menurunnya Indonesia dan merosotnya pertumbuhan penjualan ritel terhitung untuk bulan Juni lalu. Bank Indonesia merilis data cadangan devisa Indonesia turun dari USD 110,8 M menjadi US$ 108,0 M. Di saat bersamaan, penjualan ritel Indonesia di bulan Juni lalu juga dari sebelumnya 22,4% menjadi 19,8% saja.

Loading...