Didukung Sentimen dari Eropa, Rupiah Berakhir Menguat

Rupiah menguat sepanjang perdagangan Senin (27/4) - bisnis.com

JAKARTA – praktis tidak memiliki hambatan untuk melaju di area positif sepanjang Senin (27/4) ini, didukung dari Eropa yang mengatakan bahwa ekonomi kawasan tersebut akan lebih cepat pulih dari coronavirus dibandingkan . Menurut paparan Index pada pukul 14.59 WIB, mata Garuda ditutup menguat 75 poin atau 0,51% ke level Rp14.535 per dolar .

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Bank pagi tadi, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) hari ini berada di posisi Rp14.605 per dolar AS, naik tipis 9 poin atau 0,06% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.614 per dolar AS. Sejumlah mata uang Asia juga turut menguat, termasuk won Korea Selatan dan peso Filipina.

Disalin Bisnis, JPMorgan Chase & Co. menilai bahwa Eropa telah memutus mata rantai yang menghubungkan mobilitas dan sehingga kinerja ekonominya lebih baik. Keberhasilan Eropa menangani pandemi dinilai mendorong permintaan sehingga bisnis bergulir dan investasi mengalir. Benua Biru sejauh ini juga lebih baik dalam perlindungan lapangan kerja dan pendapatan dengan program cuti.

“Dolar AS terlihat melemah terhadap sejumlah mata uang negara berkembang dan mata uang utama dunia pada hari ini,” tutur Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dilansir Antara. “Pelemahan karena khawatir dengan pemulihan ekonomi di AS yang bisa terhambat setelah kasus penularan COVID-19 masih meninggi serta konflik antara AS dan yang dapat merembet ke urusan dagang kedua negara.”

Memang, seperti diberitakan Reuters, dolar AS memulai minggu di bawah tekanan karena ketegangan China-AS yang semakin tinggi menambah kekhawatiran setelah kebangkitan coronavirus dapat merusak pemulihan ekonomi terbesar di dunia. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,418 poin atau 0,44% ke level 94,017 pada pukul 12.38 WIB.

Ketegangan dua ekonomi terbesar dunia memasuki babak baru ketika pemerintah Negeri Panda mengecam AS karena membobol konsulat jenderal mereka di Houston. Pada Jumat (24/7) waktu setempat, petugas penegak hukum AS memasuki tempat konsulat China secara paksa. Kejadian tersebut terjadi tidak lama setelah AS memerintahkan Tiongkok untuk segera menutup konsulat mereka di Houston.

“Tempat konsulat jenderal China di Houston adalah tempat diplomatik dan konsuler serta properti nasional China,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin. “China telah menyatakan ketidakpuasan dan oposisi yang kuat terhadap langkah AS yang memaksa masuk ke tempat konsulat jenderal China di Houston, dan telah mengajukan pernyataan serius. China akan membuat tanggapan yang tepat dan diperlukan dalam hal ini.”

Loading...