Senin Sore, Rupiah Positif Usai Trump Tunda Tarif Impor China

Rupiah bergerak menguat senin soreRupiah bergerak menguat senin sore - BeritaSatu.com

JAKARTA – mampu menjaga posisi di teritori hijau pada perdagangan Senin (25/2) sore, memanfaatkan pelemahan dolar imbas penundaan batas waktu kenaikan tarif impor barang asal . Menurut laporan Index pada pukul 15.57 WIB, Garuda menguat 40 poin atau 0,28% menuju level Rp14.018 per .

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.007 per dolar AS, menguat 72 poin atau 0,51% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.079 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,38% menghampiri yuan China.

Dari global, indeks dolar AS cenderung bergerak lebih rendah pada hari Senin, menyusul pernyataan Presiden AS, Donald , yang mengatakan bahwa pihaknya mungkin akan menunda kenaikan tarif pada barang impor asal China. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,059 poin atau 0,06% menuju level 96,448 pada pukul 13.03 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, Trump pada hari Minggu (24/2) waktu setempat menuturkan lewat Twitter bahwa ia akan menunda batas waktu 1 Maret untuk menaikkan tarif impor dan menantikan pertemuan dengan Presiden China, Xi Jinping. Sebelumnya, delegasi AS dan China sedang membahas masalah mengenai kesepakatan perdagangan potensial setelah membuat kemajuan mengenai masalah struktural.

“Keterlibatan frekuensi tinggi antara Beijing dan Washington pada tingkat senior menyiratkan bahwa kedua belah pihak sedang mencari beberapa hal bentuk penyelesaian,” ujar kepala strategi pasar Asia Pasifik di J.P. Morgan Asset Management, Tai Hui. “Saya pikir pasar telah bergerak menuju pandangan ini dalam beberapa minggu terakhir, seperti yang ditunjukkan oleh kinerja yang kuat di saham China dan ekuitas Asia.”

Analis pasar senior di OANDA, Jeffrey Halley, menambahkan bahwa dolar AS relatif melandai pada hari ini setelah perpanjangan batas waktu oleh Trump. Hal tersebut lantas membuat logam mulia emas merangkak naik. Meski demikian, emas, ketika bergerak ke sesi perdagangan Eropa dan New York, mungkin berada di bawah tekanan dari pasar saham.

Loading...